Beginilah Sosok Terduga Teroris di Mata Warga Sekitar

2004

MEJAYAN – Penangkapan Jok oleh Tim Densus 88 Antiteror mengagetkan sejumlah tetangga rumah kontrakannya di Jalan Bromo, Desa/Kecamatan Mejayan. Sulit dipercaya bila sosok pria yang sekitar satu tahun menyewa rumah untuk ditempati bersama istri serta tiga dari tujuh anaknya itu terlibat aksi teror. Sebab, kesehariannya cukup akrab dengan warga dan aktif dalam beribadah. ’’Kaget sekali saat dengar ditangkap sebagai terduga teroris,’’ kata Sarianto, salah seorang tetangga Jok Selasa (14/5).

Menurut Sarianto, Jok termasuk pria supel dan baik hati. Bapak tujuh anak itu mudah bergaul dengan warga. Ditunjukkan lewat tegur sapa dan nongkrong di warung kopi. Kegiatan lainnya adalah mancing ikan yang kebetulan jadi hobi banyak warga Jalan Bromo. Baik mengikuti lomba atau mancing biasa di sejumlah waduk. Kepribadian serupa terlihat pada NF, Noor Fitrianingsih, 46, istrinya yang sering berinteraksi dengan tetangga. Baik ketika ada waktu longgar atau berbelanja kebutuhan dapur. ’’Tiga anaknya yang masih kecil itu sering main di rumah-rumah tetangga,’’ ungkapnya sembari menyebut dua anak dewasa Jok dipondokkan dan dua lainnya kurang tahu keberadaannya.

Sepengatahuan dia, pekerjaan Jok sebatas berjualan kacamata di Jalan Anggrek kompleks Pasar Sayur Caruban. Selebihnya, waktunya dihabiskan di rumah atau memancing bersama warga mulai malam hingga pagi. Selama ini, tetangganya yang asli Semarang itu terlihat jarang bepergian luar kota. Atau tamu datang dari orang-orang yang terlihat mencurigakan. Pembicaraan yang biasa diobrolkan pun tidak pernah menyerempet isu SARA. Seringnya malah bercerita seluk-beluk memancing. Keluarga Jok pun tergolong relijius dengan hampir selalu salat jamaah di musala. ’’Kalau mancing gitu, dia (Jok) tetap menyempatkan salat ketika lainnya tidak,’’ ujarnya.

Sutikah, tetangga lain menambahkan, penampilan keluarga Jok layaknya warga biasa. Misalnya, NF yang sebatas berjilbab biasa. Hal tersebut yang membuatnya kaget ada kabar terkait terorisme. Jok pun baik hati dengan rela membagi-bagikan ikan hasil tangkapan ke nyaris seluruh warga RT 08, RW 03 tempat tinggalnya. ’’Tiga anaknya yang masih SD sering diajak ke warung saya untuk berbelanja,’’ ucapnya.

Kartika Septianis, warga Jalan Bromo lainnya, mengatakan NF ada di rumah pascasuaminya ditangkap densus 88. Itu diketahui ketika ibunya mendatangi rumah untuk minta beberapa lembar daun alpukat sekitar pukul 13.00. ‘’Ibu saya cuma sekadar minta daun, tidak ada obrolan lainnya,’’ ujarnya sembari menyebut tiga jam sebelumnya ada enam polisi mendatangi rumah Jok. (cor/ota)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here