Begini Reaksi Warga terkait Pemidahan Lokasi CFD

540

MADIUN – Langkah Pemkot Madiun memindahkan lokasi car free day (CFD) dari jalan Pahlawan ke Mastrip hingga PB Soedirman sudah bulat. Namun, upaya itu juga menuai beragam reaksi. Khususnya, bagi pemilik usaha di kawasan Jalan Mastrip. ’’Setuju saja, tapi durasi CFD ya jangan ditambah, bisa selesai pukul 08.00,’’ ujar Maryono, pemilik toko buah di kawasan Jalan PB Soedirman.

Sesuai rencana pemkot, kata dia, ada penambahan durasi sampai pukul 10.00. Jika memang dijalankan akan berdampak pada omzet. Selain itu, berdampak pula pada bongkar muat. Jika biasanya dilakukan pagi hari berganti malam hari. ’’Apapun keputusannya harus yang terbaik,’’ jelasnya.

Di lain pihak, Sri Utami istri ketua Rt 35 Rw 9, satu suara dengan Maryono. Dia keberatan jam operasional CFD ditambah sampai pukul 10.00. Dikawatirkan menganggu aktivitas harian warga. Lantaran berada di kawasan permukiman warga. ’’Kami setuju, karena dari sisi aspek ekonomis warga lingkungan sini bisa berdagang,’’ ujarnya.

Sri juga berharap agar pemkot mempertimbangkan keberadaan GKJW di Jalan Panglima Sudirman. Setiap hari Minggu di depan gereja hingga depan gang  rumahya dipadati jemaat yang parkir kendaraan roda empat. ’’Mungkin parkir jemaatnya bisa dipindah di SMA Cokroaminoto itu juga luas, 100 mobil mungkin masuk,’’ pungkasnya. (mg2/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here