Begini Pernyataan Bupati soal Penertiban Pasar Eks Stasiun

163

PONOROGO – Bupati Ipong Muchlissoni angkat bicara tentang penggusuran bangunan di pasar eks stasiun. Penertiban dilakukan karena pasar tradisional itu tidak sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW). Mengacu RTRW terbaru, kawasan itu diperuntukkan implacement transportation. Keberadaan bangunan juga tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Sehingga perlu dilakukan penertiban. Terlebih, jalur di kawasan itu sudah terlampau crowded. ‘’Jalur tersebut merupakan jalan protokol. Sehingga harus ditertibkan untuk memperlancar lalu lintas,’’ katanya.

Pemkab telah memperingatkan pengelola agar pendirian bangunan tidak dilanjutkan. Namun, tidak diindahkan. Karena itu, pengajuan IMB tidak diloloskan. ‘’Karena tidak sesuai dengan RTRW, tidak kami beri izin,’’ tegasnya.

Atas penjelasan itu, Ipong mengaku tidak memiliki masalah dengan pedagang. Urusan pemkab dengan pengelola bangunan baru. ‘’Pengelola yang mengatasnamakan koperasi itu juga bodong. Ini kami tertibkan ada dasarnya. Kami tidak menggusur para pedagang,’’ ujarnya.

Pihaknya memastikan para pedagang yang masih bertahan bakal mendapat tempat di pasar relokasi. Karena itu, pihaknya berharap seluruh pedagang yang masih bertahan segera berubah pikiran dan bersedia menempati lapak yang telah disediakan. ‘’Karena beberapa hari ke depan setelah pembongkaran ini kami akan ambil beberapa langkah,’’ ungkapnya.

Ipong menegaskan, pedagang yang tetap bertahan nantinya bakal kembali ditertibkan. Kawasan itu juga bakal dipagar sebagai pembatas antara lahan milik PT KAI dengan pemkab. ‘’Kami tegaskan lagi, perobohan ini bukan masalah antara pemerintah dengan pedagang,’’ tekannya.

Terkait peruntukan lahan milik PT KAI itu, pihaknya belum dapat memastikan. Sebab, lahan itu masih terikat kontrak perjanjian dengan pengelola bangunan yang dirobohkan. Hanya, jika disesuaikan dengan RTRW, idealnya digunakan kegiatan yang berkaitan transportasi. ‘’Bisa jadi lahan parkir ideal juga ditempatkan di situ. Tapi kami belum dapat memastikan,’’ tuturnya.

Pihaknya juga tidak membeda-bedakan pedagang. Karena itu, pedagang diimbau bersedia dipindah. ‘’Kalau sudah mau pindah, otomatis dinas terkait akan mendata untuk menempati lapak di Pasar Legi Songgolangit yang segera dibangun,’’ janjinya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here