Begini Penuturan Kasun Jambu soal Longsor yang Menewaskan 4 Korban

177

PACITAN – Bencana datang tak mengenal waktu dan tempat. Peristiwa tanah longsor di Dusun Jambu, Sidomulyo, Kebonagung, Pacitan, Jumat lalu (7/12) contohnya. Musibah yang menewaskan empat korban sekeluarga itu jadi pelajaran berharga pemerintah desa setempat. Sebab, sebenarnya peringatan dini sudah sering dilakukan.

Namun, kenyataannya, longsor yang menerjang tiba-tiba itu sampai merenggut nyawa Misgiman dan tiga anggota keluarga. Padahal, guyuran hujan di lokasi setempat tak begitu lama. Pun tak ada tanda-tanda sebelum kejadian. ‘’Kejadiannya sangat mendadak. Kami kecolongan,’’ kata Kepala Dusun Jambu Katdi kemarin (10/12).

Katdi menyebut tanah di lokasi sekitar rumah Misgiman memang gembur dan mudah gerak. Namun, berdasarkan data tahun sebelumnya di Sidomulyo, terutama Dusun Jambu, tak ada kejadian longsor dan tanah gerak. Meskipun diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama. ‘’Ada gunturan bebatuan kecil tahun lalu, tapi hanya di seputaran jalan,’’ ujarnya.

Topografi Desa Sidomulyo didominasi perbukitan. Hampir 85 persen warganya tinggal di kawasan tebing dan lereng bukit. Sosialisasi waspada bencana dini kerap digalakkan pihak pemdes setempat setiap Jumat saat musim penghujan. Lokasi aman untuk mengungsi pun dibeber ke warga. ‘’Sudah ada kesepakatan, kalau hujan lebat atau membahayakan mengungsinya di masjid,’’ terangnya.

Pasca kejadian longsor kemarin, lanjut Katdi, dua kepala keluarga di sekitar rumah Misgiman diungsikan. Yakni, keluarga Musmin dan Kusmin. Sementara, satu keluarga lainnya tetap bertahan lantaran merasa aman. ‘’Tadi pagi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan ke sini,’’ tuturnya.

BPBD mengimbau warga untuk waspada saat malam tiba, terutama selama musim penghujan. Bahkan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo juga meninjau lokasi pada Minggu (9/12). Satu unit alat berat dikerahkan untuk memangkas perbukitan di sekitar lokasi longsor. Tujuannya, mengurangi potensi kejadian serupa terulang. ‘’Dulu pernah terjadi longsor sekali,’’ kenangnya.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kebonagung, Pacitan, mengakibatkan bukit di belakang rumah Misgiman longsor. Kejadian sekitar pukul 22.00, Jumat (7/12) tersebut menewaskan Misgiman dan tiga anggota keluarganya karena tertimbun material. BPBD, SAR Trenggalek, TNI/Polri, relawan, serta warga setempat mengevakuasi empat jenazah esok harinya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here