Begini Kronologi Tenggelamnya Empat Santri di Sungai Tempuran

268

PONOROGO – Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Hudatul Muna I hanyut terseret derasnya arus Sungai Tempuran kemarin (14/1). Petaka itu terjadi sekitar pukul 14.15. Gerah setelah sepak bola, lima santri itu memutuskan mandi di sungai. Mereka adalah Muhtarulloh Habib, 15; Miftahul Huda, 14; Bambang Irawan, 16; Ahmad Qoirul Huda, 14; dan Ahmad Anshori, 15.

Beberapa menit awal, kelimanya masih asyik bermain air. Tanpa sadar bila di sungai itu terdapat beberapa kedung dengan kedalaman kisaran lima meter. Mendadak, arus sungai membesar. Hingga menyeret menuju kedung. Kebetulan, hanya Habib dari kelima santri itu yang dapat berenang. Habib yang sempat melihat ke empat sahabatnya terpontang-panting di sungai berupaya menyelamatkan. Namun, derasnya arus sungai membuat usahanya sia-sia. Dia pun bergegas ke tepi sungai. ‘’Saat di tepi sungai, ternyata temannya sudah tidak terlihat di permukaan sungai,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono.

Habib yang diliputi kepanikan itu bergegas melaporkan kejadian itu ke pengurus ponpes. Informasi tembusan langsung ditindaklanjuti penyisiran oleh tim gabungan dari Polsek Ponorogo Kota, Koramil, BPBD, Tagana. Satu perahu karet diterjunkan untuk menyisir sungai yang menjadi titik pertemuan antara Paju dan Jenes, Brotonegaran, itu. ‘’Kedung di sungai itu tidak hanya satu. Pusarannya deras menuju dasar sungai,’’ ujarnya.

Sekitar pukul 17.00, Miftahul Huda, salah seorang korban, berhasil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Dia merupakan santri dari Tawang, Wonodadi Kulon, Ngadirojo, Pacitan. Karena hari beranjak petang, proses pencarian terpaksa dihentikan. Namun, tetap dilanjutkan hari ini (15/1). ‘’Pencarian kami hentikan sementara karena cuaca tidak mendukung,’’ tuturnya.

Budi -sapaan Setyo Budiono- menegaskan, Muhtarulloh Habib -santri yang selamat- langsung dipulangkan ke ponpes untuk pemulihan. Santri asal Nabire, Papua, itu sudah berupaya semaksimal mungkin menyelamatkan empat temannya, namun tak kuasa menahan derasnya arus Sungai Tempuran. ‘’Besok (hari ini, Red) tim Basarnas bakal membantu pencarian lanjutan,’’ terangnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here