Begini Kronologi Ledakan di Dapur Kafe Latte

264

MADIUN  – Ternyata, sesaat sebelum peristiwa nahas terjadi, ada kegaduhan di dapur kafe Latte. Salah satu tabung elpiji 12 kilogram yang dipakai bocor. Diduga, penanganan kebocoran gas dari tabung itu keliru.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30. Saat itu kondisi tempat nongkrong tersebut mulai ramai. Kebetulan saat itu malam pergantian tahun. Kejadian bermula ketika Pulung Yudi Saputra, salah seorang karyawan Latte, mendapati gas elpiji yang dipakai untuk memasak di dapur habis. Seketika

itu juga dia berusaha mengganti gas yang habis itu dengan mencopot regulator. Tapi, justru terdengar bunyi dan bau tabung gas yang bocor.

Karena takut, Yudi langsung berlari keluar dapur. Saat itu datang Feri Tri Mahardi (manajer), Joko Susanto (kepala dapur), dan Aris Mahmudi (juru masak) untuk membantu. Mereka langsung mencopot slang penghubung gas dengan kompor. Namun, gas itu terus berbunyi ngobos. Hampir lima menit tabung tersebut dibiarkan begitu saja. Sampai beberapa karyawan memutuskan melakukan tindakan dengan menutup tabung gas yang bocor dengan kain basah. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. Muncullah ledakan itu pasca bibir tabung gas ditutup kain basah.

Dengan cepat api melalap langit-langit dapur kafe. Sejumlah karyawan yang berada di dapur terluka. Beruntung petugas pemadam kebakaran segera datang setelah mendapat laporan dari Lutfi, salah seorang pelayan kafe Latte. Mereka langsung melakukan pemadaman dan pembasahan sesampainya di lokasi kejadian. Adapun para korban dibawa ke RSUD dr Soedono dan RSI. Mereka menderita luka bakar.

Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono mengatakan, empat unit mobil PMK dikerahkan untuk memadamkan api. Hanya, petugas di lapangan mengalami kendala. Karena dapur tempat lokasi kejadian (TKP) dipenuhi asap putih. Sehingga menghalangi pandangan saat proses pemadaman. ’’Dilaporkan ada lima orang yang dirawat karena mengalami luka bakar,’’ katanya.

Sunardi menerangkan, api baru bisa dipadamkan sekitar 40 menit kemudian. Itu setelah petugas melakukan sterilisasi di lokasi kejadian. ‘’Petugas mesti dibantu dengan alat bantu pernapasan saat melakukan pemadaman,’’ ujarnya.

Pantauan di lokasi kejadian, ledakan tabung gas 12 kilogram itu sampai membuat sejumlah kendaraan pengunjung yang terparkir di belakang kafe dekat dapur rusak. Meja dan kursi kafe juga berantakan. Tembok dapur juga nyaris roboh karena dampak ledakan tersebut. Peristiwa itu juga sempat menjadi tontonan warga dan pengguna jalan yang kebetulan melintas di depan kafe. ‘’Untuk kerugian masih dalam proses pendataan,’’ terang Sunardi. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here