Begini Kronologi Kecelakaan Fortuner v Tronton di Tol KM 604

882

MADIUN – Airbag mobil Toyota Fortuner nopol B 1905 KJE tidak berfungsi dengan baik kala mengalami celaka di ruas tol Madiun–Caruban Km 604 masuk Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun. Fitur keselamatan tersebut tidak mengembang saat bodi mobil menghantam keras buritan truk tronton nopol L 8372 UB sekitar pukul 07.45 kemarin (1/3).

Benturan itu mengakibatkan tiga di antara enam orang dalam mobil itu tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Mereka sekeluarga berasal Kelurahan Pendagegan, Pancoran, Jakarta Selatan. Ketiga penumpang yang tewas duduk deretan sebelah kiri. Cipratan darah membekas di kursi depan hingga belakang. ’’Kami belum mendalami sejauh itu terkait mengapa airbag mobil tidak mengembang,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Nanang Cahyono.

Kerusakan parah Fortuner terlihat pada bagian sebelah kiri. Kap depan terlepas hingga memperlihatkan peralatan mesin. Sejumlah peranti di dalamnya terdorong masuk ke dalam kabin. Tidak ada bekas airbag yang keluar dari kabin tempat duduk penumpang dan sopir meski kondisi bodi ringsek. Petugas harus membedah paksa atap mobil untuk mengevakuasi para korban yang terjepit. ’’Teknisi pabrikan mobil yang bisa memastikan penyebab dengan kerusakan seperti itu airbag tidak berfungsi,’’ ujarnya.

Menurut Nanang, keberadaan airbag tidak akan bisa menghindarkan musibah bagi para korbannya. Sebab, benturan antara mobil yang dikemudikan Syafiq Mufassir, 20, dengan truk muatan pecahan kaca yang disopiri Sutikno, 59, warga Desa Ngampelsari, Candi, Sidoarjo, terlampau keras. Kecepatan mobil berkelir putih itu diduga lebih dari 100 kilometer per jam. Itu merupakan batasan maksimal mengemudi di ruas tol Madiun–Nganjuk. ‘’Karena saking kencangnya laju kendaraan,’’ ucapnya kepada Radar Mejayan.

Insiden nahas itu bermula ketika Fortuner melaju di lajur kanan dari arah barat. Searah di depannya melaju truk tronton di lajur kiri. Mobil yang berada di jalur cepat itu mencoba mendahului. Alih-alih berjalan mulus, kendaraan rombongan dalam perjalanan dari Jakarta untuk menghadiri hari ulang tahun (haul) akbar salah satu pondok pesantren di Malang itu malah oleng ke kiri.

Bagian depan kiri mobil menghantam belakang truk golongan III. Truk perjalanan dari Solo ke Surabaya itu berhenti di lajur kanan setelah terdorong sekitar lima meter. Sedangkan mobil berhenti di tengah jalan dalam posisi menyerong ke utara. ‘’Sopir Fortuner dan dua penumpangnya hanya menderita luka,’’ kata Nanang sembari menyebut sopir truk selamat.

Nanang menduga laka lantas karena human error. Syafiq kehilangan konsentrasi hingga tidak hati-hati mengemudikan kendaraan. Namun, belum bisa dipastikan ada tidaknya unsur mengantuk. Hingga kemarin pengemudinya belum diperiksa karena fokus penanganan pertama korban. Penyidik menunggu sampai kondisi fisik dan mentalnya membaik. ’’Mengingat yang menjadi korban itu orang tuanya dan adiknya,’’ ungkap mantan kanit regident Satlantas Polres Magetan tersebut.

Ketiga penumpang yang tewas di TKP adalah Ida Chaironi, 42; Basid, 50; dan Hadi Wafa, 3. Selain Syafiq, dua penumpang hanya menderita luka-luka adalah Nabilla Wildaty, 19, dan Muhammad Hanif, 13. Mereka dirawat intensif di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Caruban.

Rumiyana, salah seorang kerabat korban mengungkapkan, mobil Basid adalah salah satu dari rombongan empat kendaraan menuju Malang. Kebetulan, dia menumpang mobil lain yang sudah posisi di depan. Informasi tabrakan pun baru diketahui setelah dihubungi oleh anak Basid yang selamat. Rombongannya langsung putar balik ke lokasi kejadian. ’’Yang saya lihat kendaraan rusak sangat parah. Saya tidak berani lihat kondisi mereka (korban),’’ katanya ditemui di IGD rumah sakit. (cor/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here