Begini Kronologi Kecelakaan di Tol Ngawi yang Tewaskan Dua Orang

361

NGAWI – Bagaimana kronologi laka lantas di tol antara bus pariwisata nopol AB 7528 JN dengan truk tronton Nissan nopol K 1423 WC yang menelan dua korban jiwa?

Insiden maut bermula saat bus yang dikemudikan Heri Priyanto, 42, warga Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Bantul, Jogjakarta, itu melaju dari timur dengan kecepatan tinggi.

Searah di depannya, melaju truk tronton yang dikemudikan Heri Suryanto asal Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Gunung Kidul, Jogjakarta. ’’Diduga, kecelakaan disebabkan sopir bus mengantuk,’’ ujar Kanit Laka Polres Ngawi Ipda Cipto Utoyo kemarin (3/2).

Diketahui, bus berisi 59 penumpang. Tiga awak bus dan penumpang selebihnya merupakan rombongan PAUD asal Jogja yang ber-study tour ke Malang sejak Jumat (1/2).

Akibat laka lantas, dua penumpang bus dalam perjalanan kembali ke Jogja itu meregang nyawa. Joko Heru Handoko, 49, warga Gunung Kidul, meregang nyawa di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara Bejo Suryono, 29, warga Kulon Progo, mengembuskan napas terakhirnya dalam perawatan medis. ’’Satu pemandu wisata, satunya lagi kernet bus,’’ tutur Cipto.

Bus pariwisata kelir hitam dan truk tronton sarat muatan itu terlibat kecelakaan hebat. Pemandu wisata dan kernet bus mengalami luka amat parah lantaran terjepit di ruang kemudi yang ringsek.

Tak lagi berbentuknya kepala bus tak lepas dari tabrakan yang kelewat keras. Agak sedikit beruntung, sopir truk menderita patah tulang kaki. Peserta study tour juga tidak luput kena dampak insiden maut tersebut. Sebanyak 14 anggota rombongan mengalami luka-luka.

‘’Bus dan truk terdorong dalam kondisi menempel, kurang lebih 40 meter setelah tumburan. Posisi akhir dua kendaraan di TKP normal, sama-sama menghadap ke barat,’’ terang Cipto.

Sejumlah aparat kepolisian melakukan olah TKP malam itu juga. Dikatakan Cipto, tidak ditemukan dugaan lain penyebab kecelakaan. Baik dari segi kondisi jalan tol maupun cuaca.

Butuh waktu cukup lama untuk mengevakuasi dua kendaraan dari lokasi kejadian. TKP baru benar-benar steril pada pukul 02.00 alias 2,5 jam setelah pecah kecelakaan. ’’Bus dan truk kami amankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut,’’ ungkapnya.

 (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here