Begini Kronologi Bus Mira Terbakar di Caruban

396

MEJAYAN – Hidung Adi Susilo, 23, mencium bau sangit sejak di kawasan hutan jati Saradan, Kabupaten Madiun. Lima kilometer sebelum bus Mira S 7361 US yang ditumpanginya terbakar di seberang Masjid Jami, Kelurahan/Kecamatan Mejayan, Rabu malam (9/1). Pemuda asal Kecamatan Mojoagung, Jombang, itu tidak sendirian mengendus bau yang belakangan diduga akibat korsleting kabel listrik tersebut. ‘’Penumpang di sebelah saya juga mencium bau,’’ kata Adi ditemui di lokasi kejadian.

Baca juga : Korsleting, Bus Mira Terbakar di Caruban

Kala itu Adi yang duduk di bangku tengah tidak menaruh curiga berlebihan. Dia lantas memejamkan mata, hingga akhirnya terbangun karena suara bising sekitar pukul 22.00. Sejumlah penumpang bus jurusan Surabaya-Jogjakarta itu bangkit dari tempat duduknya. Beberapa malah ada yang sudah berdiri dan berjalan di sela bangku. Mereka berniat turun lantaran bus yang membawa 30 orang itu mulai dipenuhi asap pekat. ‘’Tapi dicegah oleh kenek dengan alasan tidak apa-apa,’’ ujar pemuda yang hendak menuju Solo, Jawa Tengah, itu.

Situasi itu membuat sopir bus, Kartono, 49, melajukan kendaraan pelan-pelan di Jalan Panglima Sudirman, Mejayan. Akan tetapi, kepulan asap itu semakin banyak dan memenuhi ruangan bus. Para penumpang pun kian panik. Beberapa saat kemudian muncul percikan api yang disusul suara ledakan dari bagian depan. Sopir asal Desa Balegondo, Ngariboyo, Magetan, itu lantas menghentikan kendaraan di traffic light seberang Masjid Jami. ‘’Semua penumpang memaksa turun,’’ tuturnya.

Damanduri, penumpang lainnya, mencium bau sangit ketika melintas di depan Terminal Caruban. Kepulan asap baru muncul setelah melaju sekitar dua kilometer. Puluhan penumpang saling dorong menuju pintu bus. Mereka berusaha keluar karena dari bagian depan kiri muncul api. Diikuti awak bus yang sebelumnya mencegah. Ketika semua sudah di luar, api mulai membesar. ‘’Api dipadamkan dengan menyiramkan air yang diambil dari rumah warga,’’ terangnya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Hanya satu buah lampu bagian depan kiri yang hangus. Sedangkan bodi bus masih utuh. Insiden itu sempat membuat arus lalu lintas dari arah Surabaya ke barat terganggu. Puluhan penumpang selamat dioper ke bus lain di belakangnya. ‘’Tiba-tiba ada asap dan muncul apinya. Mungkin karena korsleting kabel listrik lampu atau dinamo AC-nya,’’ papar Kartono.

Kapolsek Mejayan Kompol Pujiyono menyatakan, penyebab munculnya api diduga masalah pada peranti listrik. Sebab, kondisi bus masih aman ketika bertolak dari Terminal Purabaya Surabaya pukul 18.00. Pihaknya tidak menelisik lebih jauh karena seluruh penumpang dan awak bus selamat. ‘’Hanya kerugian materiil sekitar Rp 15 juta,’’ katanya. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here