Begini Kondisi Indomaret Salak Sesaat setelah Disatroni Tamu Tak Diundang

292

MADIUN – Upaya pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) terjadi di Indomaret, Jalan Salak, kemarin (28/1). Beruntung pelaku gagal menguras uang di dalamnya karena tak mampu membuka pintu brankas. Pelaku hanya menggasak puluhan bungkus rokok yang didisplai dan lima tabung elpiji di toko waralaba tersebut.

Belum diketahui kapan pembobolan berlangsung. Namun, insiden itu baru diketahui sekitar pukul 06.20. Awalnya Yusuf Fauzan bersama dua karyawan minimarket lainnya hendak membuka rolling door toko. Dia kaget karena mendapati pintu besi itu terbuka. Gembok toko juga dalam kondisi dirusak. ’’Terdapat bekas seperti dilas,’’ kata Yusuf kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Karena merasa ada yang janggal, Yusuf pun mengecek ke dalam minimarket. Dia terkejut ketika mendapati barang-barang yang didisplai berantakan. Yusuf juga mendapati mesin ATM Bank Mandiri yang berada di sudut ruangan dalam keadaan rusak.

Pintu brankas tempat penyimpanan uang terbuka. Pada mesin ATM itu juga terdapat bekas las-lasan. Hanya, posisi brankas tidak rusak. Di sebelah mesin ATM terdapat pula tabung gas 12 kilogram. Diduga tabung itu digunakan pelaku untuk mengelas.

Selain itu, tiga dari sembilan kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di minimarket disemprot pelaku menggunakan cat piloks hitam. Hal serupa juga dilakukan pada kamera pengawas yang berada di mesin ATM. Cara itu diduga dilakukan pelaku untuk mengaburkan jejak kejahatan. Atas temuannya itu, Yusuf melapor ke polisi.

Selanjutnya, polisi yang menerima laporan itu bergegas mendatangi lokasi. Berdasar hasil penyelidikan, petugas menemukan bekas pengelasan di mesin ATM BCA dan pintu masuk minimarket. Beruntung tidak ada selembar pun uang yang digondol. Sebab, pelaku gagal membuka pintu brankas.

Namun, pelaku berhasil menggasak dua bal rokok yang disimpan di gudang dan beberapa bungkus rokok lainnya yang didisplai. Pelaku juga menggondol provider internet yang terletak di bawah meja kasir. Pun membawa lima tabung gas elpiji 12 kilogram. Diduga kerugian mencapai sekitar Rp 20 juta. ’’Tidak sampai berhasil membobol ATM. Jadi, tidak ada uang yang dicuri. Tapi, mesin ATM sempat dirusak. Terkait apa saja barang yang hilang dari dalam minimarket masih diinventarisasi,’’ kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyanto.

Dia belum bisa memastikan waktu pembobolan. Namun, dia menduga pelaku beraksi dini hari kemarin. Sementara, minimarket itu tutup sekitar pukul 22.00. ’’Diduga terjadi sekitar pukul 02.30. Pelaku masuk ke dalam minimarket dengan cara merusak kunci gembok menggunakan alat las,’’ terangnya. (mg2/her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here