Begini Kesaksian Salah Seorang Korban QNet

7506
PENIPUAN: Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban menanyai korban saat rilis beberapa waktu lalu.

MULTILEVEL marketing (MLM) yang dijalankan Karyadi tersambung jaringan skala nasional. Para korbannya didoktrin dengan berbagai lisensi resmi. Banyak yang tergiur hingga rela menggadaikan barang-barangnya. Apalagi setelah melihat kehidupan yang bergelimang harta. ‘’Kepercayaan para korban sudah sangat besar meski diiming-imingi bekerja sebagai pendata barang dengan gaji Rp 3 juta per bulan,’’ kata Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban kepada Jawa Pos Radar Semeru.

Dari laman Instagram Polres Lumajang, para member baru diwajibkan mencari dua anggota. Keduanya lantas ditugaskan merekrut anggota baru lainnya sehingga membentuk sistem piramida pada kaki kanan dan kirinya. Setiap kelipatan tiga mendapatkan bonus 250 USD atau Rp 3,5 juta (kurs saat ini Rp 14.100). Bahkan dijanjikan memperoleh hingga Rp 11 miliar dalam setahun bila tekun. Namun, setelah bergabung, kerja yang dijanjikan tidak pernah ada. Mereka diperintahkan mencari member baru dengan cara serupa. Anggota baru seperti dicuci otaknya (brain wash) lalu diminta membayar nominal yang sama. Modusnya menjual produk alat kesehatan herbal bernama Cakra. Berbentuk kaca bundar yang konon bisa menyembuhkan ribuan penyakit. ‘’Pusatnya PT Q-Net di Hongkong,’’ kata kapolres sembari menyebut pengungkapan kasus berawal dari laporan orang tua yang kehilangan kontak dengan anaknya berminggu-minggu. (mg3/cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here