Begini Gebrakan Dishub Tekan Angka Pelanggaran Parkir

150

MADIUN – Awal tahun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun punya gebrakan. Sejumlah kendaraan yang kedapatan melanggar parkir ditempeli stiker resmi. Pihak dishub bulan ini menjalankan regulasi anyar soal parkir itu di Kota Karismatik.

Banyak warga yang kaget dengan upaya dishub. Seperti yang dialami Winny Christiwi. Dia sempat terkejut mengetahui dishub menempel stiker tersebut di jok motornya. Saat itu dia memarkir sepeda motor di trotoar tempatnya bekerja.  ’’Ada petugas dishub menempeli,’’ katanya.

Rachman Sidarta, warga asal Pucanganom, Kebonsari, Kabupaten Madiun, mengeluhkan hal serupa. Dia menyebut banyak temannya yang ribut di grup media sosial (medsos) soal penempelan stiker tersebut. ’’Teman-teman banyak parkir di Jalan Cokroaminoto, bilang motornya ditempeli stiker dishub,’’ ujarnya.

Rachman sejatinya menyetujui aturan perda tersebut. Namun, dia berharap sosialisasi ditingkatkan. Sebab, masih banyak warga yang belum paham aturan tersebut. Dia juga mengusulkan adanya petugas dishub di titik larangan parkir. ’’Biar nggak jadi jebakan. Nanti kalau tidak ada yang jaga, setelah parkir eh baru ditindak. Tambah juga rambu larangan parkir,’’  tuturnya.

Kabid Angkutan Darat Dishub Kota Madiun Imam Su’ardi mengatakan, sejak Jumat (4/1) pihaknya sudah melakukan penindakan. Namun, belum ada denda. Selama dua minggu mendatang sosialisasi larangan parkir ini masih di tahap penempelan stiker. Setelah itu, berlanjut pada penindakan seperti penggembosan ban sampai penderekan. ’’Tapi belum ada denda,’’ katanya.

Penempelan stiker dilakukan sebagai sosialisasi dan menekan gejolak di masyarakat. Setelah itu, mulai Februari mendatang sistem denda mulai diberlakukan. Penggembokan roda dengan denda Rp 100 ribu serta penderekan plus denda Rp 250 ribu. ‘’Semuanya bertahap,’’ paparnya.

Terkait masyarakat yang belum paham, Imam memastikan sosialisasi telah dilakukan secara menyeluruh. Melalui surat dan tertulis. Dengan mengundang ketua RT/RW dan forum keselamatan lalu lintas  se-Kota Madiun. Ditambah pihak kecamatan dan kelurahan. ’’Waktu itu tiga hari berturut-turut setiap kecamatan sudah kami sosialisasi, media sosial dan cetak  juga sudah,’’ klaimnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun Ansar Rasidi tidak menampik masih ada masyarakat yang belum paham dengan aturan tersebut. Tetapi, tahapan sosialisasi telah dilakukan secara menyeluruh. ’’Bertahap pelan, tidak langsung main tindak. Kalau sudah ada stiker, mestinya sudah cukup jelas,’’ tegasnya.  (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here