MagetanPeristiwa

Begini Cara Mengevakuasi Bus Maut yang Celaka di Plaosan

– Arus lalu lintas jalan raya Plaosan kemarin (26/4) macet lebih dari tujuh jam. Penyebabnya, bangkai bus maut yang terjun ke area persawahan lantaran tidak kuat menanjak di Dusun Kuren, Desa Dadi, Plaosan, Minggu (22/4) dievakuasi. Tersendatnya lalu lintas jalur alternatif menuju Karanganyar, Jawa Tengah, itu baru bisa terurai sekitar pukul 17.30. Bangkai bus nahas itu mulai dievakuasi pukul 10.00. ‘’Lalu lintas sudah landai tapi masih buka tutup karena bus berada di tepi jalan,’’ kata Kanit Laka Polsek Plaosan Ipda Akhmad Suryani.

Pantauan Radar Magetan, kemacetan dari dua arah mencapai tiga kilometer. Sebelah barat, misalnya, kendaraan roda empat mengular hingga ke pertigaan Ngerong. Arah sebaliknya, nyaris mendekati Polsek Plaosan. Tidak sedikit motor, mobil, truk, dan pikap pembawa sayuran harus putar balik setelah menyadari adanya kemacetan di titik itu. Sedangkan bus pariwisata harus parkir di tepi jalan. Itu terjadi lantaran proses evakuasi dilakukan manual menggunakan katrol. Rantai penariknya melintang di badan jalan lantaran dikaitkan pada pohon besar di sisi selatan.

Kendaraan dari timur dan barat dialihkan masuk ke gang permukiman warga. Proses dilakukan bergantian lantaran titik keluar masuk hanya ada satu. Setidaknya, kendaraan yang menumpuk baru bisa bergerak di rentang waktu 10–30 menit. Selain karena hanya ada satu titik gang keluar masuk, juga jalan permukiman yang sempit dan menanjak. Terlihat sejumlah petugas kepolisian dibantu warga mendorong mobil dari arah timur yang tidak kuat menanjak di salah satu tikungan perkampungan.

Akhmad menjelaskan, opsi mengalihkan kendaraan ke perkampungan demi menghindari macet totalnya arus lalu lintas. Kendati jalan di perkampungan itu sangat sempit. Pihaknya tidak bisa melakukan buka tutup di jalan raya. Sebab, evakuasi bangkai bus dilakukan manual menggunakan rantai katrol. Rencana evakuasi menggunakan alat derek diurungkan. Sebab, alat berat itu diyakini tidak kuat menarik beban bus di jurang sedalam 2,5 meter. ‘’Apalagi kondisi jalan menanjak,’’ jelasnya.

Kenapa evakuasi bangkai bus harus menunggu empat hari setelah kejadian? Dia menambahkan, evakuasi sejatinya dilaksanakan Minggu. Namun, harus tertunda karena turunnya hujan. Faktor alam juga memengaruhi rencana evakuasi di tiga hari berikutnya. Pihaknya baru bisa mengangkat kemarin ketika cuacanya mendukung. ‘’Terlambat karena faktor cuaca. Tidak ada hubungannya dengan kepentingan penyelidikan,’’ tandasnya. (cor/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close