Bea Cukai Selidiki Liquid Vapour Narkoba

76

MADIUN – Perburuan liquid vapour yang dicampur narkoba terus dilakukan di Madiun Raya. Ini sebagai bentuk upaya pengawasan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Madiun. Sehingga tidak ada kasus yang sudah ditemukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, 2017 lalu. ’’Bukan nihil, tapi belum ditemukan, dan kami senantiasa melakukan pengawasan baik secara tertutup maupun terbuka di peredaran masyarakat dan pabrik yang memproduksinya,’’ kata Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Madiun Juni Puji Kurniawan.

Puji mengatakan, per 1 Juli 2018 lalu, Ditjen Bea Cukai Kemenkeu RI telah menetapkan vape sebagai  barang kena cukai (BKC) berkategori hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Dengan kondisi tersebut Bea Cukai telah melaksanakan tindakan preventif melalui kegiatan pengawasan penjualan dan produksi vape dengan melunasi cukainya melalui pelekatan pita cukai. Seperti diketahui, liquid vapour yang beredar di Madiun umumnya bersumber dari produksi dalam negeri atau masuk melalui barang impor. ’’Karena itu, kami melakukan pengawasan ketat untuk liquid vapour yang berasal dari impor, baik melalui kargo udara maupun laut serta kiriman pos dan PJT,’’ jelasnya.

Masyarakat perlu mengetahui liquid vapour yang mengandung narkoba dengan menyampaikan informasi kepada Bea Cukai yang akan melakukan pengujian menggunakan alat narcotest. Setelah mengetahui dugaan kandungan narkotika dan psikotropika dalam liquid vapour tersebut baru dilakukan pengujian. ’’Liquid vapour  terkandung 4 bahan utama, propilen glikol atau gliserin, nikotin, penambah rasa (flavour), dan tobacco specific nitrosamine (TSNA). Dan, di kandungan gliserin dan flavour-lah yang mudah disusupi bahan narkotika dan psikotropika,’’ bebernya sembari menyebut alat narcotest sangat handal dalam mendeteksi cairan tersebut.

Kendati demikian, sesuai kewenangan penyidik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dapat melakukan proses lidik dalam tahapan penyidikan. Melalui koordinasi dengan penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) serta penyidik Polri, dalam penanganan liquid vapour mengandung narkotika tersebut. ’’Penyidik DJBC diberi kewenangan berdasar undang-undang kepabeanan, cukai, psikotropika, dan narkotika,’’ pungkasnya. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here