BBWS Taksir Perbaikan Kali Jerohan Rogoh Duit Puluhan Miliar

27

MADIUN – Banjir maha dahsyat yang menggenangi kabupaten Madiun awal Maret lalu menjadi attensi pemerintah pusat. Setelah Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) bakal membangun sudetan dibawah jalan tol KM 603-604, giliran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bakal merevitalisasi tanggul rusak dan pendangkalan di sepanjang aliran kali Jerohan. ‘’Tahun ini harus dimulai penanganannya agar tidak terulang,’’ kata Kepala BBWS Bengawan Solo Charisal Akdian Manu dihubungi Jawa Pos Radar Caruban, kemarin (5/4).

Charisal mengatakan ada empat tanggul rusak berat hingga tak berfungsi optimal masuk dalam list perbaikan tahun ini. Revitalisasi anak sungai bengawan Madiun itu bakal didanai dari pos anggaran tidak terduga. Taksirannya mencapai puluhan miliar. Mengingat ada empat tanggul yang rusak, hanya beberapa dari sekian banyak infrastruktur penahan air sungai yang masuk wilayah kerjanya. ‘’Ada banyak kerusakan tapi lainnya kategori rusak ringan,’’ ujarnya.

BBWS Bengawan Solo mengklaim kerusakan parah di empat titik tanggul itu murni akibat faktor alam, lantaran tanggul tak mampu menahan debit air yang meluap. Sebab penampang sungai maksimal hanya bisa menampung air sebanyak 894 meter kubik per detik. Namun, kondisi yang terjadi air mencapai 1.100 meter kubik per detik. ‘’Jelas kondisi itu di luar dugaan kami,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Charisal belum dapat memastikan ada tidaknya porsi perbaikan untuk tanggul yang rusak ringan. Kegiatan tersebut bakal dimasukkan dalam program tahun depan. Pihaknya mengantisipasi agar kerusakan tidak semakin parah dengan membuat tanggul darurat. Memanfaatkan ribuan sandbag. Selain itu, ada upaya jangka panjang dengan membangun tanggul tambahan di sungai sepanjang 43 kilometer yang berhulu di Kare dan hilir Kali Bengawan Madiun lewat Pintu 12 di Desa Glonggong, Balerejo. ‘’Di mana titiknya perlu dikomunikasikan dengan pemkab yang paling mengetahui daerah rawan,’’ ujarnya.

Selain memperbaiki tanggul, BBWS Bengawan Solo akan menormalisasi aliran Kali Jerohan di beberapa titik akibat sedimentasi bertahun-tahun. Tidak menyeluruh karena menyesuaikan dengan skala prioritas mengingat biaya yang dibutuhkan sangat besar. Pun penentuan lokasi pengerukan itu bergantung rekomendasi pemkab. ‘’Masih perlu dikomunikasikan,’’ ucapnya sembari menyebut belum dapat memastikan waktu dimulainya perbaikan tanggul dan pengerukan.

Lantas, apa peran Pemprov Jawa Timur dalam mitigasi bencana banjir Kabupaten Madiun? Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU-SDA) Jatim Abduh Mattaliti belum bisa dimintai keterangan. Dia tidak menjawab ketika coba dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirimkan pun tidak dibalas. (cor/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here