Magetan

BBWS Cueki Longsor Thamrin

MAGETAN – Longsor di akses Jalan Thamrin belum tersentuh perbaikan. Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo masih saja bersikap dingin. Padahal sudah setahun kejadian itu berlalu. ’’Kami sudah ke kantornya (BBWS Bengawan Solo, Red), ingin tahu kepastian,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santosa.

Dia menyebut bahwa akses jalan itu longsor ke Kali Gandong. Selama ini, urusan Kali Gandong menjadi tanggung jawab BBWS Bengawan Solo. Apabila terus dibiarkan, longsoran makin parah. Apalagi saat musim penghujan saat ini. Jalan Thamrin hingga kini juga masih ditutup. Tak ada kendaraan yang berani melintas. Karena hanya menyisakan sekitar 2,5 meter. Jangankan mobil, sepeda motor saja tak berani lewat. Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan bahkan memasang tanda larangan melintas. Di sekitaran jalan yang longsor juga sudah ditumpuki bambu agar tidak ada orang yang memaksa melintas. ’’Harus dicegah supaya tidak semakin melebar,” ujarnya.

Ari menjelaskan, pihak BBWS Bengawan Solo sudah mengadakan survei ke lokasi longsor itu. Mereka juga menjanjikan tahun lalu ada perbaikan. Namun, terpaksa ditunda karena bencana di Pacitan. BBWS Bengawan Solo lebih memprioritaskan penanganan banjir di Pacitan. Tingkat bencana di Magetan dianggap masih belum berat. ’’Tapi, ini sudah ganti tahun. Kami ingin segera ada penanganan,” tuturnya.

Bukannya Ari berpangku tangan dan menunggu pihak BBWS Bengawan Solo turun lapangan untuk memperbaiki. Namun, karena kewenangan Kali Gandong merupakan milik BBWS Bengawan Solo. Sehingga, hanya mereka yang berhak menangani. Salah jika Ari menangani perbaikannya. Meskipun berada di Kabupaten Magetan dan sekarang sudah sangat mendesak. ’’Sesuai aturan,” tegasnya.

Tinggi longsoran jalan itu mencapai 16 meter. Sekelilingnya juga merupakan perumahan. Kondisi itu, dikatakan Ari, sangat dikeluhkan oleh warga sekitar dan para pengguna jalan. Jalan itu menjadi jalan alternatif. Sehingga, pengguna jalan harus menggunakan ruas jalan lainnya. Ari berharap, kunjungannya langsung ke kantor BBWS Bengawan Solo dapat membuat hasil yang positif. ’’Namanya alam tidak bisa ditebak. Harus dicegah (longsor lagi, Red),’’ katanya.

Saat musim penghujan seperti ini sangat rawan terjadinya bencana, terutama tanah longsor. Ditambah lagi, Jalan Thamrin sudah pernah longsor. Bagian bawahnya langsung Kali Gandong yang deras alirannya pasca diguyur hujan. Tebing jalan yang terkena derasnya air kali, sangat memungkinkan terkikis. ’’Kami selalu berkoordinasi supaya cepat ditangani,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close