BBPJN VIII Targetkan Ruas Nglames-Bagi Rampung Juni

101

MADIUN – Proyek pelebaran Jalan Raya Madiun–Surabaya ruas Desa Nglames hingga Bagi, Madiun berkejaran dengan waktu. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur harus menuntaskan dua pertiga dari total pelebaran sepanjang 3,3 kilometer sebelum Lebaran, Juni mendatang. ‘’Target selesai 2,3 kilometer H-10 Lebaran,’’ kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 BBPJN VIII Jatim Zulkifli Arif kemarin (7/4).

Kontrak penyelesaian proyek pelebaran jalan yang dimulai 14 Februari lalu ityu sejatinya masih November mendatang. Namun, karena berbenturan Idul Fitri, PPK 2.2 meminta rekanan pelaksana menyelesaikan dua pertiga pekerjaan dalam tempo dua bulan ini. Target tersebut dalam kondisi telah diaspal agar bisa dilalui. Lembaga yang menangani ruas jalan nasional Mantingan-Ngawi-Maospati; Madiun-Ponorogo; dan Madiun-Caruban, ini tidak ingin aktivitas proyek mengganggu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. ‘’Sisanya dilanjutkan setelah Lebaran,’’ ujarnya.

Arif menyebut pelebaran jalan bertambah 4,5 meter. Bila awalnya tujuh meter jadi 11,5 meter. Menstandarkan dengan keberadaan bahu jalan di kanan dan kiri masing-masing dua meter. Proyek tersebut merupakan kelanjutan tahun lalu yang melebarkan jalan ruas Desa Bagi hingga Caruban. Meningkatkan kapasitas jalan bagi kendaraan yang ingin keluar atau masuk pintu tol Madiun. ‘’Pelebaran juga untuk mengurai kepadatan kendaraan saat Idul Fitri atau libur panjang lainnya,’’ jelasnya.

Sejumlah alat berat terlihat di utara jalan yang bakal diperlebar mulai Bagi hingga Gunungsari. Excavator mengeruk tanah di sisi barat dan timur jalan. Juga ada tandem roller menghamparkan fondasi bawah tanah yang sudah terkeruk. Arif mengungkapkan, progres pekerjaan mencapai 10,7 persen per Jumat lalu (5/4). Dia optimistis capaian terus meningkat hingga target waktu pekerjaan di-off-kan sementara karena Lebaran. ‘’Masih cukup waktu dengan memperhitungkan intensitas hujan juga,’’ bebernya.

Arif menyebut, ruas jalan yang diperlebar tidak melulu dua sisi barat dan timur. Melainkan menyesuaikan karakteristik lahan pada titik-titik tertentu. Misalnya, ruas Bagi yang diperlebar lebih banyak sisi barat. Sebab sisi timur masuk area saluran irigasi. Pihaknya juga harus melakukan sistem cut and fill karena struktur tanah asli kurang bagus. Kendati demikian, lebar jalan yang ditingkatkan tetap disesuaikan desain perencanaan dan standardisasi jalan nasional. ‘’Tetap dibuat 11,5 meter,’’ ujar mantan PPK jalan nasional ruas Tanjung Bumi-Pamekasan-Sumenep, Madura tersebut.

Proyek long segment PPK 2.2 tahun ini sepanjang 120 kilometer dengan bujet Rp 43 miliar. Sekitar Rp 21,9 miliar di antaranya dialokasikan khusus pelebaran jalan ruas Bagi-Nglames. PPK 2.2 masih punya utang pelebaran sepanjang 900 meter ruas tersebut hingga titik perbatasan Kota Madiun. Belum terakomodasi karena keterbatasan anggaran dan akan diprogramkan tahun depan. ‘’Sisa anggarannya disebar untuk pemeliharaan dan perbaikan force majeure ruas lainnya,’’ tandas Arif. (cor/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here