Bayi Triplet Lahir di RSUD Darsono

229

PACITAN – Abdul Hakim dan Dani Mariani tengah bersuka. Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Tremas, Arjosari, itu kembali dikaruniai momongan. Tidak hanya satu, tapi tiga bayi sekaligus. Ketiganya berjenis kelamin perempuan.

Hingga kini, bayi triplet alias kembar tiga itu masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Darsono. Ketiganya menempati inkubator ruang Dahlia. ‘’Cuma perawatan biasa karena BBLR (berat badan lahir rendah, Red). Normalnya 2.500 (2,5 kilogram),’’ kata Kepala Ruang Dahlia Dewi Yulianingsih kemarin (18/12).

Dewi mengatakan, ketiga bayi tersebut tidak mengalami kelainan, meski lahir 35 hari lebih awal dari perkiraan. Karena itu, membutuhkan perlakukan khusus. Termasuk mengurangi potensi hipotermia dan infeksi. ‘’Belum tahu kapan bisa dibawa pulang. Kalau kondisinya sehat bisa lima hari atau semingguan,’’ paparnya.

Dia menambahkan, Hakim dan Dani datang ke RSUD Minggu lalu (16/12). Usai menjalani pemeriksaan, diketahui bayi dalam kandungan 28 tahun itu berjumlah tigaTindakan caesar pun ditempuh. Proses operasi yang ditangani dr Indra Hani tersebut dilakukan sekitar pukul 12.00.

Dewi menyebut, ketiga bayi lahir dengan selang waktu sekitar satu menit. Bayi pertama menghirup udara dunia pukul 12.29. Sedangkan bobotnya masing-masing 2,12, 1,79, dan 1,97 kilogram.

Hakim, ayah bayi, mengaku tidak menduga bakal dikaruniai bayi kembar tiga. Pun, selama hamil, istrinya tidak menunjukkan gelaja tak biasa. ‘’Hanya, polah janin di kandungan lebih aktif dari kehamilan sebelumnya,’’ ungkapnya kepada Radar Pacitan.

Dia pun menyebut bahwa kehamilan sang istri semula tidak disadari. Hakim baru mengetahui istrinya hamil saat usia kehamilan memasuki lima bulan, bersamaan kondisi perut Dani yang membuncit. ‘’Selama hamil dia (Dani, Red) juga tidak nyidam,’’ ujar pria yang selama ini bekerja serabutan itu.

Hakim mengaku belum menyiapkan nama untuk ketiga bayinya. Menurutnya, soal nama bakal diserahkan kepada kiainya di Tremas KH Fuad Habib Dimyathi. Sedangkan kerabatnya menyarankan menggunakan huruf depan N seperti nama mayoritas anggota keluarga besarnya. ‘’Ada juga teman yang suruh kasih nama Sakinah, Mawadah, dan Warahmah,’’ ungkapnya. (odi/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here