Ponorogo

Bayi Triplet Lahir di RS Aisyiyah

Lewat Caesar Libatkan Tiga Dokter Spesialis

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Mengenakan daster dan jarik, Bekti Yustika berjalan pelan dari ruang perawatan kelas III Mashitoh RS Aisyiyah menuju ruang perinatologi. Di sana dua bayi  kembarnya diletakkan dalam boks penghangat.

Dibantu perawat, Bekti lantas menyiapkan bantal bayi di pangkuannya. Kemudian, mengatur posisi yang nyaman untuk menyusui kedua bayi kembarnya.

Sekitar setengah jam berselang dia kembali ke ruang Mahitoh didampingi ibunya.

Di ruang tersebut, seorang bayi lainnya yang baru saja dilahirkan Bekti tampak  tertidur pulas. Tubuhnya lebih besar dibandingkan dua saudara kembarnya. ‘’Ini yang lahir pertama,’’ kata Bekti Senin (4/11).

Perempuan 21 tahun itu Sabtu siang (2/11) melahirkan tiga anak kembar di RS Aisyiyah melalui operasi caesar. Ketiganya berjenis kelamin laki-laki. Bayi pertama lahir pukul 13.04. Disusul bayi kedua dan ketiga dengan jarak waktu masing-masing satu menit.

Data medis menunjukkan bayi pertama lahir dengan bobot 2,6 kilogram dan panjang 46 sentimeter. Sedangkan bayi kedua 1,8 kilogram dan panjang 42 sentimeter. Sementara, bayi ketiga 1,85 kilogram dan panjang 43 sentimeter.

Bayi kembar tiga alias triplet yang belum diberi nama itu secara fisik normal. Hanya, dua di antaranya perlu perawatan khusus agar kondisinya lebih stabil. ‘’Tadinya sudah menyiapkan nama untuk dua bayi, ternyata lahir tiga,’’ ujarnya.

Ya, sebelumnya hasil pemeriksaan seorang dokter di Magetan, dalam kandungan Bekti terdapat dua janin. Menjelang persalinan, Bekti dan Edi Utomo suaminya pun menyiapkan dua pakaian bayi. Keduanya datang ke rumah sakit Sabtu pagi (3/11).  ‘’Jadi, anak kami sekarang empat. Sebelum lahir tiga kembar ini punya anak satu, laki-laki. Umurnya sekarang 3,5 tahun,’’ timpal Edi.

Warga Poncol, Magetan, itu menyebut selama 20 hari sebelum persalinan, Bekti kerap mengeluh nyeri pada kaki. Pun, saat duduk kursi harus dilapisi bantal. Bahkan, lima hari menjelang kelahiran hanya bisa berbaring. ‘’Alhamdulillah ketiganya lahir sehat dan normal. Kata dokter, satu-dua hari ini sudah boleh pulang,’’ paparnya.

Kasubbag Pengembangan Pasar RS Aisyiyah Prima Iswahyudi mengatakan, proses persalinan Bekti melibatkan tiga dokter spesialis terdiri spesialis kandungan, spesialis anastesi, dan spesialis anak, serta seorang perawat dan bidan. Sedangkan tindakan caesar ditempuh atas beberapa pertimbangan. Salah satunya, Bekti melebihi hari perkiraan lahiran (HPL).

Bekti diprediksi melahirkan pada 28 Oktober. ‘’Dia (Bekti, Red) dianastesi blok dari pinggang ke bawah. Mati rasanya hanya beberapa saat. Sementara ini kedua bayinya masih perawatan sampai berat badan bisa lebih dari dua kilogram,’’ bebernya. (dil/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close