Ponorogo

Bayi Kembar Tiga Lahir di RSUD Hardjono

Pasangan Eka Dwi Purwati dan Rusdianto dikaruniai bayi kembar tiga. Damar Setiaji, Danu Setiaji, dan Dani Setiaji. Setelah terlahir dan menjalani perawatan setengah bulan, pasutri ini diperbolehkan membawa pulang ketiganya. Bergabung dengan keluarga tercinta di Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

——————

TIGA jagoan kembar itu sempat dirawat di inkubator Ruang Teratai RSUD dr Hardjono. Di sana terdapat kartu yang bertuliskan nama ketiganya: Damar Setiaji, Danu Setiaji, dan Dani Setiaji. Masing-masing memiliki berat badan 1,6; 1,6; dan 1,2 kilogram dengan tinggi badan 42 sentimeter. Di hari terakhir perawatan di RSUD dr Hardjono kemarin, ketiganya terlihat sehat. ‘’Hari ini sudah diperbolehkan pulang,’’ kata Eka Dwi Purwati, sang ibu.

Tidak terbayang betapa bahagianya istri 41 tahun dan suami 51 tahun ini. Semula keduanya tak menyangka bakal dikaruniai bayi kembar tiga. Mata sang ibu berkaca-kaca saat menceritakan perjuangannya mengandung hingga melahirkan anak ke-4, 5, 6 tersebut. ‘’Saya tahu saat periksa kandungan di usia dua bulan,’’ ujarnya.

Pada usia kandungan dua bulan, Eka merasakan kandungannya terasa berat dan sakit. Karena itu, Eka memeriksakan kandungan ke dokter spesialis anak di Ponorogo. Dari pemeriksaan itulah, barulah dia mengetahui bahwa janin dalam kandungannya kembar tiga. Namun, dokter belum dapat mengetahui jenis kelamin ketiganya. Dari hasil itu pula, Eka dan Rusdianto mempersiapkan segalanya untuk proses persalinan. Mulai persiapan biaya hingga kesiapan mental. Bertambah usia kandungan semakin berat pula bobot kandungan. ‘’Memang ada keturunan dari nenek. Paman saya kembar, tapi dua,’’ tutur ibu 41 tahun itu.

Memasuki usia kandungan 32 minggu atau delapan bulan, perut Eka semakin sakit dan berat. Saat itu, dia hendak ke kamar mandi. Usai buang air kecil, dia mencium bau amis. Rupanya bukan air seni yang dikeluarkan, melainkan air ketuban yang pecah. Rusdianto bergegas membawa istrinya ke dokter spesialis anak di Ponorogo pukul 16.00, Sabtu (9/2). Saat itu tensi darah Eka terbilang tinggi mencapai 220/180 mmHg. Dokter mengambil tindakan operasi sectio caesaria (SC). Operasi selama dua jam, Eka berjuang melahirkan ketiga jagoan di sebuah klinik di Ponorogo. ‘’Alhamdulillah, lahir dengan selamat,’’ syukurnya.

Usai persalinan, Eka baru tahu bahwa ketiga bayi yang dilahirkannya laki-laki. Selang empat jam, ketiga bayi harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Hardjono. Masa perawatan setengah bulan itu kini telah terlewati. Pun, kondisi Eka pasca-operasi semakin membaik. Seluruh perlengkapan buah hati sudah disiapkan. Mulai tempat tidur, pakaian, hingga mainan. Pasutri itu bersiap membawa pulang bayi ke rumahnya. ‘’Syukur sudah genap enam, rumah semakin ramai. Bahagia sekali,’’ ucapnya. *** (nur wachid/fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close