Bayi Dipaksa Lahir, Dimasukkan ke Bak

1598

MADIUN – Bak plastik warna hijau tosca dan kantung plastik warna hitam berisi sejumlah barang bukti  (BB) dibawa polisi keluar dari sebuah rumah kos di Gang Cempaka, Jalan Setia Budi. Peristiwa tak biasa sekitar pukul 11.26 itu sontak menggegerkan warga setempat dan seketika mengepung rumah tersebut karena penasaran. ’’Tadi kami dapat laporan ada dugaan penemuan bayi di tempat kos di dalam kamar mandi,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono ditemui Radar Madiun.

Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP) pukul 04.00 penghuni kos sempat mengetahui DW keluar masuk kamar mandi (KM). Dua setengah jam kemudian, DW sempat meminta tolong salah seorang penghuni kos untuk diambilkan pembalut. ’’Saksi konfirmasi yang bersangkutan yang bersangkutan (DW,Red) dia sedang dapat (datang bulan) minta tolong diambilkan pembalut tapi nggak selesai-selesai sampai saksi laporan ke bu kosnya untuk dibujuk anak ini (DW) agar keluar,’’ ujarnya.

Setelah pintu dibuka, penghuni kos dan ibu kos terkejut kondisi DW lemas dan pucat di sekelilingnya bersimbah darah. Seketika DW dibawa ke RS Griya Husada. Sesampainya di RS Griya Husada, ibu kos mendapatkan kabar jika di dalam kamar mandi telah ditemukan bayi berjenis kelamin perempuan dengan panjang 46 sentimeter dan berat badan 2,5 kilogram. ’’Bayi tersebut sempat dibawa ke posyandu ditolong, lalu dibawa ke puskesmas pembantu dibawa ke rumah sakit, dalam perjalanan ke RS bayi ini meninggal dunia,’’ ujarnya.

Suharyono membenarkan, jika bayi tersebut dimasukkan ke dalam bak. Hanya polisi belum bisa memastikan dugaan adanya unsur kesengajaan dalam kasus ini. Polisi masih mendalami keterangan saksi dan kronologisnya.Jika memang ditemukan unsur kesengajaan ada UUD Perlindungan Anak yang mengatur hukum terhadap kasus sejenis. ’’Nanti kami kumpulkan bukti dan keterangan saksi.  Tergantung dari perbuatan ini kalau memenuhi unsur itu (kesengajaan,Red) akan diproses (hukum). Akan kami kroscek ketentuan fakta dan keterlibatan bapaknya (ayah dari bayi, Red),’’ jelasnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan jika DW berstatus mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Kota Madiun. Hasil visum sementara, bayi tersebut telah berusia sembilan bulan. Direncakan, bayi tersebut lahir di tanggal 20 Mei. Polisi menemukan obat penggugur yang dikonsumsi rutin selama seminggu terakhir. ’’Seperti dipaksa melahirkan,’’ pungkasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here