Bayar ‘’Utang’’ Kenaikan Gaji ASN, Sebulan Pemkab Rogoh Rp 1,8 M

31

NGAWI – Pemkab harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar gaji pegawai. Sebab, ‘’utang’’ kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) sebesar lima persen bakal mulai dibayarkan Mei mendatang. ‘’Kenaikannya memang per Januari 2019, tapi juknisnya (petunjuk teknis, Red) baru keluar bulan lalu,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA) Ngawi Bambang Supriyadi kemarin (9/4).

Meski molor hingga Mei, Bambang memastikan kenaikan gaji ASN untuk Januari hingga April 2019 tetap dibayarkan. Skemanya pembayarannya, kata dia, untuk Mei dibayarkan bersamaan dengan gaji bulan tersebut. Sedangkan empat bulan sebelumnya akan dirapel setelah Mei. ‘’Nanti masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah, Red) setelah menerima gaji bulan Mei, mengajukan lagi SPM (surat perintah membayar) untuk kenaikan gaji Januari sampai April,’’ paparnya.

Dia menyebut, besaran anggaran yang harus disiapkan pemkab untuk membayar kenaikan gaji ASN itu mencapai Rp 1,8 miliar per bulan. Secara makro, anggaran itu terbilang besar. Namun, Bambang menilai jika dihitung dari yang diterima masing-masing ASN nilainya relatif kecil.

Bambang menuturkan, per April ini jumlah ASN di Ngawi tercatat sebanyak 9.723 orang. Masing-masing hanya mendapatkan tambahan gaji sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan. ‘’Berapapun harus disyukuri,’’ ujarnya sembari menyebut pemerintah kali terakhir menaikkan gaji PNS empat tahun lalu.

Mengapa pemerintah menaikkan gaji bersamaan momen politik? Bambang enggan berkomentar. ‘’Yang jelas, meski butuh anggaraan puluhan miliar tidak mengganggu kondisi keuangan daerah,’’ tegasnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here