Bawaslu Waspadai Politik Uang di Masa Tenang

26

MAGETAN – Sejumlah potensi pelanggaran masih bisa terjadi pada masa tenang pemilu 2019. Bawaslu Magetan sampai saat ini siaga melakukan pengawasan. Salah satu kerawanan saat masa tenang adalah terjadinya politik uang.

Untuk mengantisipasi terjadinya praktik tersebut, Ketua Bawaslu Magetan Hendrad Subyakto mengaku telah menggerakkan patroli pengawasan. Mulai dari panwascam, PPL dan PTPS siaga mengantisipasi adanya serangan fajar. Selain itu, bentuk pengawasan lainnya adalah pencegahan kampanye pada masa tenang. ‘’Kami meminta semua pihak untuk menahan diri dengan tidak berkampanye pada masa tenang (coblosan),’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Magetan, Minggu (14/4).

Untuk meminimalisasi perbuatan itu, pihaknya mulai kemarin pagi langsung melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) secara serentak di banyak titik. Total ada sekitar seribu personel gabungan dikerahkan untuk membersihkan gambar-gambar caleg yang biasa dijumpai dipinggir jalan selama tahapan kampanye berlangsung. ‘’Ada sekitar 2.700 APK yang akan diturunkan secara bertahap,’’ ujar Hendrad.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Merdeka (Unmer) Madiun Mudji Raharjo mengatakan selain money politics, media sosial (medsos) menjadi tantang besar masa tenang pemilu. Sangat mudah ditebak, kampanye terselubung melalui medsos akan terus berjalan.

Ajakan memilih calon tertentu melalui media sosial akan semakin kuat pada saat mendekati hari pemilihan. Bahkan, kampanye negatif dan kampanye hitam sangat berpotensi meningkat pada masa tenang. ‘’Tentu persoalan ini yang sulit dicegah oleh penyelenggara pemilu, termasuk tim penegak hukum,’’ katanya.

Menurut Mudji, harapan terbesar tentu ada pada para pemilih. Dengan menghormati masa tenang jelang coblosan. Serta menjadi pemilih yang pintar dengan tidak memilih calon yang suka melanggar aturan. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here