Ponorogo

Bawaslu Telisik Penyerahan Bantuan Reyog

PONOROGO – Bawaslu Ponorogo memanggil tiga orang terkait unggahan di media sosial (medsos) yang diindikasikan pelanggaran kampanye kemarin (3/1). Ketiganya adalah Lilik Iriani, Sunarto, dan Sutyas Hadi Rianto. Dua dari tiga terpanggil itu merupakan caleg yang mencalonkan diri di tahun ini. ‘’Kami lakukan pemeriksaan untuk menggali informasi,’’ kata Ketua Bawaslu Ponorogo Muh. Saifulloh.

Gus Coy -panggilan Muh. Saifulloh- menegaskan, pemeriksaan berkaitan kampanye di Sampung beberapa hari lalu. Di medsos beredar undangan kampanye yang menyebut adanya unsur pelanggaran kampanye. ‘’Itu yang melandasi pemeriksaan ketiganya. Untuk menggali tentang informasi tersebut,’’ ujarnya.

Bawaslu menjaring adanya dua unsur. Yakni, konsolidasi kader partai dan penyerahan bantuan Reyog. Itu termuat dalam bentuk undangan dan kolom kosong serta tabel penerima bantuan. Yang kemudian diunggah oleh Sutyas Hadi Riyanto yang juga caleg DPRD Ponorogo Dapil 6 di medsos bertuliskan laporan terbuka. ‘’Kami mintai keterangan apakah dalam kampanye itu terjadi penyerahan bantuan atau bagaimana. Juga terkait dengan unggahan tersebut,’’ ungkapnya.

Pemeriksaan selama satu jam untuk masing-masing pihak. Lilik Iriani dipanggil selaku tuan rumah pelaksanaan kampanye. Sunarto turut diperiksa untuk memastikan tentang pelaksanaan kampanye. ‘’Karena belum ada laporan tertulis, hanya di-upload melalui medsos. Kecuali langsung melapor kepada kami, bisa menjadi landasan untuk kami tindak lanjuti,’’ sambungnya.

Gus Coy mengungkapkan, pelaksanaan kampanye sebenarnya dihadiri oleh panwascam setempat. Dari hasil laporan, tidak ditemukan adanya unsur pelanggaran. Itu juga telah ditegaskan dalam rapat pleno di tingkat kecamatan. ‘’Sudah diadakan rapat pleno tentang kabar itu, hasilnya nihil pelanggaran,’’ tuturnya.

Meski telah dilakukan pemeriksaan di tingkat kecamatan, pihaknya memanggil ketiganya untuk dimintai keterangan. Mendasar rapat pleno yang digelar komisioner bawaslu setempat. ‘’Belum dapat kami simpulkan. Hasil pemeriksaan hari ini (kemarin, Red) menjadi bahan rapat pleno yang segera kami gelar,’’ terangnya.

Sementara Sutyas dimintai keterangan terkait dengan unggahan laporan terbuka di medsos tentang kabar tersebut. Jika dalam pemeriksaan tidak memenuhi unsur formil dan materiil, pemeriksaan cukup menjadi pembelajaran kedua belah pihak. ‘’Kalau hanya sebatas medsos belum memenuhi unsur. Kecuali ada temuan kemudian dilaporkan dan memang memenuhi unsur baru dapat diproses lebih lanjut,’’ jelasnya.

Sutyas setelah diperiksa secara singkat mengatakan adanya bentuk pelanggaran kampanye. Dia yang telah mengantongi bukti cukup kuat yakin adanya penyerahan bantuan yang ditunggangi kepentingan politik. ‘’Saya unggah di medsos berupa laporan terbuka. Artinya, publik sudah mengetahui dan seharusnya bawaslu dapat menindaklanjutinya,’’ ucap Sutyas singkat.

Sedangkan Sunarto dan Lilik yang telah diperiksa terlebih dahulu langsung meninggalkan tempat. Keduanya yang diperiksa pada pukul 09.00 dan 10.00 keluar ruangan dengan wajah tegang dan langsung meringsek masuk mobil meninggalkan kantor bawaslu. (mg7/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close