Ponorogo

Bawaslu Ponorogo Tunggu Gakumdu

PONOROGO – Puluhan mahasiswa mendesak Bawaslu Ponorogo tegas mengusut tuntas dugaan politik uang (money politic). Tindaklanjut temuan operasi tangkap tangan (OTT) yang telah dilakukan sejauh ini dituding kurang optimal. ‘’Keadilan harus ditegakkan setegak-tegaknya. Jangan sampai masyarakat memberikan penilaian buruk terhadap lembaga pengawas ini,’’ Candra Aji, koordinator lapangan (korlap) aksi.

Apalagi dua kasus temuan dugaan politik uang itu telah viral dan beredar luas di masyarakat. Awalnya, dia sempat acungkan jempol pada Bawaslu lantaran terbukti memerangi praktik politik uang. Rupanya, proses yang terlalu lama membuatnya meragukan kinerja Bawaslu. ‘’Sudah viral. Betul ada OTT, kemudian kasusnya seolah dibiarkan menguap. Masyarakat jadi bertanya-tanya,’’ lanjutnya.

Seharusnya, Bawaslu bekerja esktra. Tanpa harus menunggu masyarakat turun ke jalan. Mempertanyakan sejauh mana tindaklanjut penanganan dari pelanggaran pemilu tersebut. ‘’Jangan sampai masyarakat memberikan penilaian buruk terhadap lembaga pengawas ini,’’ tuturnya.

Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan dan Humas Bawaslu Ponorogo, Juwaini menegaskan dua kasus terkait terus diproses sesuai prosedur yang berlaku. Temuan di Jenangan kini sedang diproses pembahasan di tingkat penegakan hukum terpadu (Gakumdu). Selepas terlapor, pelapor, dua saksi dan caleg DPRD Kabupaten mangkir dari pemanggilan kedua. ‘’Untuk memutuskan tindakan selanjutnya, tunggu keputusan bersama di sentra gakumdu,’’ tegasnya.

Sementara OTT di Jambon, pihaknya telah melayangkan pemanggilan kedua, kemarin (22/4). Setelah sebelumnya juga tidak memenuhi panggilan pertama. ‘’Jika hari ini tetap mangkir, tindaklanjutnya sama dengan kasus di Jenangan,’’ imbuhnya. (mg7/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close