Bawaslu Ponorogo Sebut Dapil 1 ‘’Juara’’ Pelanggaran Kampanye

78

PONOROGO – Bawaslu hanya bisa geleng-geleng kepala menyikapi banyaknya pelanggaran kampanye di daerah pemilihan (dapil) 1. Mereka menyebut, dapil yang meliputi Ponorogo dan Babadan itu paling banyak ditemukan pelanggaran kampanye dibandingkan 19 kecamatan lain. ‘’Terbanyak di Ponorogo dan Babadan,’’ kata Marji Nur Cahyo, koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu, kemarin (25/1).

Sepekan ini, bawaslu dibantu satpol PP setempat menggelar penertiban terhadap alat peraga kampanye (APK). Didapati 55 APK melanggar dari berbagai titik. Sebetulnya, bawaslu sudah mengirim peringatan kepada partai politik (parpol) pengusung dan caleg bersangkutan. Namun, tidak ada langkah proaktif yang mendukung. Ditertibkan satu seperti tumbuh seribu. ‘’Akhirnya kami tertibkan. Ini sudah kesekian kalinya,’’ ujarnya.

Sepanjang kampanye digelar sejak September lalu, kata Marji, bawaslu sudah menertibkan lebih dari 500 lembar APK. Selalu saja, APK paling banyak melanggar ditemukan di dua kecamatan tersebut. Lantas, apa saja bentuk pelanggaran kemarin? Catatan bawaslu, banyak APK yang melanggar aturan main pemasangan, sebagaimana diatur dalam PKPU kampanye dan perda. ‘’Ada banyak yang dipasang di tiang listrik, telepon, pepohonan, hingga dekat institusi pendidikan. Jenis dan ukurannya juga bermacam-macam,’’ bebernya.

Seringkali, parpol atau caleg menyewa pihak ketiga untuk pemasangan APK. Ini semakin memperpanjang ketidaktahuan aturan main pemasangan alat peraga. Marji pun heran dengan banyaknya pelanggaran yang terus didapati selama ini. Padahal, masa kampanye masih akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Pun, bawaslu mengklaim tak henti memberi sosialisasi kepada parpol para caleg. Termasuk jika ada perubahan dalam aturan main kampanye. ‘’Kami akan terus berkoordinasi intens dengan parpol pengusung untuk menekan banyaknya pelanggaran kampanye selama ini,’’ ungkapnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here