Bawaslu Ponorogo Larang Distribusi Tabloid Indonesia Barokah

238

PONOROGO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo melarang pendistribusian tabloid Indonesia Barokah. kantor pos wilayah setempat telah disurati agar menahan jalur distribusinya. ‘’Kami dapat informasi, pendistribusiannya Kamis malam (24/1),’’ kata Koordinator Divisi Hukum Sulung Muna Rimbawan.

Sulung mendapati dua karung dan satu kantong plastik tabloid Indonesia Barokah yang belum didistribusikan oleh kantor pos setempat. Jumlahnya diperkirakan mencapai 250 paket. Paket tersebut masih ditumpuk rapi di sudut ruang kantor pos setempat. ‘’Kami minta agar ditunda pendistribusian tabloid tersebut untuk sementara,’’ ujarnya.

Dia mengiyakan tabloid tersebut diedarkan di seluruh daerah di Indonesia. Termasuk kabupaten/kota di Jawa Timur. Permintaan penundaan distribusi tabloid tersebab materinya yang terkesan condong ke salah satu pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden. ‘’Ini seperti mendukung salah satu calon dengan cara menjatuhkan calon lainnya. Kita belum memutuskan seperti apa nantinya,’’ tuturnya.

Penundaan terus dilakukan sembari menunggu hasil kajian dari pusat. Belum diketahui, apakah tabloid tersebut bakal didistribusikan sesuai alamat atau ditarik. ‘’Kami tunggu perintah pusat,’’ ucapnya.

Manajer Proses Hantaran PT Pos Indonesia Heru Nugroho mengaku tidak mengetahui persis isi dari paketan tersebut. Hanya, di amplop berwarna cokelat tertulis alamat si penerima dan pengirim. ‘’Pengirimnya tertulis dari redaksi tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati, Bekasi. Ditujukan kepada pengurus masjid, musala, pondok pesantren, dan kantor kecamatan,’’ katanya.

Sesuai arahan bawaslu, pihaknya kini menunda sementara pengiriman paket. Namun, ada beberapa paket yang sudah telanjur terkirim ke alamat tujuan. ‘’Ada beberapa paket yang sudah kami kirim, karena waktu itu belum ada surat dari bawaslu. Tidak tahu isinya apa, yang penting kami jalankan tugas kami,’’ ujarnya.

Informasi yang dihimpun Radar Ponorogo, tabloid telah dikirimkan ke beberapa masjid dan musala di seputaran kota. Musala Al Iman, Jalan KBP Duryat, Ponorogo, misalnya. Pihak takmir telah menerima paketan tersebut lima hari terakhir. ‘’Sudah lima hari lalu kalau gak salah diantar Pak Pos,’’ kata Imam Samsuri, 26, takmir musala.

Imam tidak mengetahui persis isi paketan tersebut. Terlebih alamat pengirim yang tertera di amplop paketan. Setelah mengetahui isinya, dia semakin heran. Sebab, selama ini pihak takmir tidak pernah pesan apalagi berlangganan tabloid tersebut. ‘’Kami tidak kenal siapa pengirimnya,’’ ungkapnya.

Setelah mengetahui isi paketan tersebut, dia langsung mengamankan tabloid. Apalagi isinya terkait politik yang berhubungan dengan pilihan presiden. Pihak pengurus musala menyimpannya di lemari di ruang pengurus. ‘’Kami amankan karena takut dibaca orang banyak,’’ ucapnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here