Bawaslu Pelototi Aktivitas Tiga Kades

49

PONOROGO – Masih seputar kepala desa (kades). Bawaslu memantau ada tiga kades yang rawan tak netral dalam pemilu 2019. Pasalnya anggota keluarga ketiga kades tersebut terlibat dalam pemilihan legislatif (pileg). Sejauh ini, dua dari ketiga kades sudah diklarifikasi bawaslu karena terindikasi awal ikut memihak dan mendukung kegiatan kampanye anggota keluarga mereka. ’’Sudah kami petakan, untuk sementara jadi fokus pengawasan,’’ ujar Juwaini, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu.

Sejauh ini, hasil pantauan bawaslu, ada tiga kades yang tengah dimonitor. Yakni Kades Gajah Kecamatan Sambit, Kades Tatung Kecamatan Balong, dan Kades Wagir Kecamatan Ngebel. Istri ketiga kades, kata Juwaini, ikut nyaleg di pileg 17 April mendatang.

Juwaini menyebut, dua dari ketiga kades tersebut telah dipanggil bawaslu. Mereka diklarifikasi atas indikasi awal terlibat dalam kegiatan kampanye istri masing-masing. Meski sudah diklarifikasi, bawaslu belum dapat menyimpulkan apakah dua dari ketiga kades yang tengah dimonitor itu positif melanggar aturan main kampanye. Jika ditemukan ada dugaan pelanggaran, bawaslu tak segan memanggil mereka untuk kembali diklarifikasi. ’’Masih indikasi awal,’’ kata dia, kepada Radar Ponorogo.

Kedekatan hubungan sebagai pasangan suami istri rawan membuat ketiga kades bertindak tak netral. Padahal, lanjut Juwaini, sudah diatur jelas bahwa kades, TNI, Polri, dan ASN, dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan maupun merugikan pihak tertentu dalam pemilu. Apalagi, ada hubungan keluarga dengan peserta kontestasi politik lima tahunan itu. ’’Sekalipun hubungan keluarga, tidak boleh memihak. Harus netral,’’ sebutnya.

Ancaman hukumannya pun tak main-main. Kades yang kedapatan melanggar aturan main kampanye dapat terjerat pidana pemilu. Ancaman hukumannya satu tahun penjara dan denda maksimal Rp 12 juta. Juwaini meminta para kades untuk berhati-hati. Pasalnya, aturan main kampanye sangatlah ketat. Bahkan untuk sekadar memfasilitasi kampanye istri yang seorang caleg di rumah sendiri pun tidak boleh. ‘’Intinya, jangan sampai kebijakan atau keputusan kades ini dapat merugikan atau menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam pemilu,’’ tukasnya. (naz/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here