PacitanPolitik

Bawaslu Pacitan Soroti Potensi Calon Tunggal

KPU Berpeluang Perpanjang Masa Pendaftaran

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Siapa pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati penantang Indrata Nur Bayuaji-Gagarin belum dipastikan. Yudi Sumbogo yang diusung PDIP memang menjadi calon penantang terkuat keduanya. Namun, perlu diketahui, wabup Pacitan tersebut belum punya pasangan serta belum mendapatkan rekomendasi dari PDIP hingga Selasa (1/9).

Kondisi itu makin runyam seandainya PKB memutuskan untuk tetap mendukung Gagarin. Imbasnya, PDIP tidak bisa berangkat sendiri mengusung paslon lantaran perolehan jumlah kursi kurang dari sembilan. ‘’Tapi, terlalu dini kalau bicara paslon tunggal,’’ kata Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Pacitan Agus Hariyanto.

Sesuai ketentuan, partai masih mempunyai waktu kurang dari sepekan untuk menentukan paslon. Semua itu belum termasuk kebijakan perpanjangan waktu pendaftaran paslon yang mungkin dilakukan KPU. ‘’Semisal sampai 6 September nanti hanya ada satu paslon (yang mendaftar), proses pendaftaran akan diperpanjang. Baru setelah itu ternyata tetap tidak ada paslon lain yang mendaftar, bisa diputuskan paslon tunggal,’’ terang Agus.

Sekalipun Pilkada Pacitan nanti berjalan paslon tunggal, pengawasan tetap akan dijalankan bawaslu. Terutama berkaitan dengan politik praktis ASN. ‘’Sekalipun paslon tunggal, potensi kerawanan tetap saja ada. Kami juga akan melihat kinerja KPU dalam mengatasi situasi tersebut,’’ ujarnya. (gen/c1/her)

Pengantar Paslon Mendaftar Dibatasi

PENDAFTARAN pasangan calon (paslon) Pilkada 2020 akan dibuka tiga hari lagi. Sebagai bentuk kesiapan menyambut tahapan tersebut, Selasa (1/9) KPU Pacitan menggelar proses simulasinya. Terutama dalam penerapan protokol kesehatan. ‘’Ini simulasi kedua kita,’’ kata Komisioner KPU Pacitan Divisi Teknis Penyelenggaraan Agus Susanto.

Karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, KPU menyarankan para bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati (bacabup-bacawabup) tidak mengerahkan massa saat pendaftaran berlangsung. Selain dikhawatirkan memicu kerumunan hingga berpotensi terjadi penularan virus korona, kantor KPU Pacitan juga terbilang sempit.

Agus menyampaikan, ada pembatasan sosial yang diberlakukan ketika proses pendaftaran paslon. Misalnya, di dalam ruangan hanya diperkenankan untuk paslon, komisioner KPU, anggota bawaslu, ketua dan sekretaris partai, serta liaison officer (LO). ‘’Kami lakukan live streaming. Sehingga, pendukung bisa menyaksikan di rumah,’’ ujarnya.

Agus berharap paslon bisa mendaftarkan diri sejak awal. Dengan harapan, ketika ada kesalahan berkas bisa segera diperbaiki. ‘’Beberapa parpol telah berkoordinasi ke KPU. Mereka menanyakan soal persyaratan pendaftaran dan pengusung paslon,’’ terangnya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close