Bawaslu Magetan Kaji Isi Konten Tabloid IB

61

MAGETAN – Peredaran tabloid Indonesia Barokah (IB) kian masif di Magetan. Bawaslu mencatat setidaknya ada sekitar 150 eksemplar yang sudah tersebar di beberapa masjid dan pondok pesantren (ponpes). Mendapati kenyataan itu, Bawaslu Magetan langsung turun tangan menginvestigasi. ‘’Setelah ada temuan di Goranggareng dan Sugihwaras, kami terus melakukan pengecekan dan pendataan,’’ kata Komisioner Bawaslu Magetan Muhries Subiyantoro kemarin (25/1).

Pihaknya juga telah meminta jajaran panwascam untuk melakukan pemantauan di wilayah mereka masing-masing. Hanya, Muhries belum berani menyimpulkan peredaran tabloid itu sebagai bentuk kampanye hitam atau tidak. Dia mengaku akan berkoordinasi dengan bakesbangpol, polisi, dan TNI agar tidak terjadi multitafsir. ‘’Yang jelas, masih dalam penanganan dan kajian,’’ ujarnya kepada Radar Magetan.

Kendati demikian, Muhries meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing dengan peredaran tabloid tersebut. Supaya tidak menimbulkan keresahan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan dewan kemakmuran masjid (DKM) dan beberapa tokoh agama lain. ‘’Jangan sampai karena tabloid yang tidak jelas siapa penerbitnya, suasana politik jadi memanas,’’ tuturnya.

Kepala Cabang Kantor Pos Magetan Syamsudin mengaku bahwa pihaknya menerima paket kiriman yang berisi tabloid IB itu sejak Rabu lalu (23/1). Hanya, paket itu dikirim tanpa dilengkapi dengan nomor resi. ‘’Kami terima (paket) itu Rabu pagi (23/1). Tapi, karena pengirim sudah ada perjanjian kerja sama, sehingga sesuai standard operating procedure (SOP) harus diantarkan,’’ katanya.

Bahkan, dia menyebut beberapa paket lain yang berisi tabloid itu sudah didistribusikan sesuai alamat tujuan. Tapi, setelah mendengar adanya kabar mengenai tabloid itu, pihaknya menunda sementara proses pengiriman paket tanpa dilengkapi nomor resi tersebut. Hingga pihaknya mendapat kejelasan tentang maksud dan tujuan pengiriman tabloid. ‘’Apalagi, sesuai kajian dari Bawaslu Magetan, isi konten dalam tabloid tidak sesuai dengan ketentuan yang ada,’’ ungkap Syamsudin. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here