Bawaslu Kota Madiun Rekomendasikan Dua TPS Hitung Ulang

140

MADIUN – Laporan dugaan ketidakberesan penghitungan suara pemilihan umum legislatif (pileg) terjadi di Kecamatan Taman. Terutama di TPS 29 Kelurahan Taman dan TPS 10 Kelurahan Manisrejo.

Sejumlah saksi partai politik (parpol) melaporkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah suara sah dan tidak sah dengan total suara pemilih. Ada perbedaan selisih dalam hal penghitungan secara jumlah.

Laporan tersebut kemudian direspons oleh Bawaslu Kota Madiun dengan menerbitkan surat rekomendasi penghitungan suara ulang di dua TPS tersebut. Rekomendasi itu disampaikan oleh penyelenggara pengawas pemilu itu ke KPU pada Selasa (23/4) lalu.

Ketua Bawaslu Kota Madiun Kokok Heru Purwoko mengatakan, hitung ulang di TPS 29 Kelurahan Taman berlaku untuk pemilihan anggota DPR RI. Karena terdapat perbedaan jumlah yang ada pada dokumen C1 saksi dan panwascam dengan plano. ‘’Contohnya surat suara sahnya ada 236. Padahal, surat suara yang dipakai itu hanya 188,’’ katanya, Rabu (24/4).

Dengan demikian, kata Kokok, terdapat perbedaan selisih 48 suara. Pihaknya menduga persoalan itu terjadi karena petugas KPPS kelelahan saat proses penghitungan suara di tingkat TPS. Sehingga, jumlah suara partai dengan caleg dihitung terpisah. ‘’Karena tidak ada kesesuaian dan kecocokan, serta saksi parpol menginginkan adanya penghitungan ulang, akhirnya kami merekomendasikan kepada PPK hitung ulang,’’ ujarnya.

Hasilnya, lanjut Kokok, setelah dilakukan penghitungan ulang total yang menggunakan hak pilih dengan surat suara sah dan tidak sah terdapat kesesuaian. Seperti surat suara sahnya berjumlah 172 dan surat suara tidak sah 16. ‘’Jadi, klop 188 sesuai dengan jumlah total warga yang menggunakan hak pilih di TPS tersebut,’’ terangnya.

Dia membeberkan kesalahan terjadi pada penulisan kolom di sejumlah parpol. Seperti PSI yang seharusnya mendapat 38 suara, namun tertulis 67 suara. Demokrat yang sebenarnya memperoleh 16 suara, ditulis 26 suara. Sedangkan, PAN yang harusnya mendapat 4, tertulis 6 suara. ‘’Dengan begitu, akhirnya terkoreksi semua,’’ ungkapnya.

Sementara untuk TPS 10 Kelurahan Manisrejo, kata Kokok, rekomendasi hitung ulang diterapkan pada pemilihan anggota DPRD Kota Madiun. Di TPS tersebut, persoalannya sama dengan TPS 29 Kelurahan Taman. Terdapat perbedaan selisih antara jumlah surat suara sah dan tidak sah dengan total pemilih yang menggunakan hak pilihnya di TPS. ‘’Kami sudah berikan kewenangan kepada panwascam untuk merekomendasikan penghitungan ulang di TPS 10 Kelurahan Manisrejo,’’ katanya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here