Bawaslu Klaim Minim Pelanggaran Pemilu di Masa Tenang

23

MADIUN – Masa tenang menjelang benar-benar berlangsung tenang. Sepanjang dua hari terakhir, Bawaslu Kabupaten Madiun belum mendapati adanya politik uang (money politics). Tim Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu) yang terdiri dari bawaslu, kejaksaan dan kepolisian telah disebar ke seluruh kecamatan. Tiap 5 kecamatan dikawal satu tim gabungan. ‘’Sejauh ini belum ada laporan,’’ tegas Nur Anwar, Ketua Bawaslu Kabupaten Madiun.

Kendati demikian, pengawasan terus diintensifkan sampai tiba hari pencoblosan Rabu mendatang (17/4). Pun, zona yang dipandang rawan telah dimonitor. Ditandai adanya sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di sejumlah desa. ‘’Saradan dan Gemarang dalam pengawasan,’’ tegasnya.

Tak menutup kemungkinan, daerah yang jauh dari jangkauan internet mudah disasari politik uang. Selain minim asupan informasi, pelaporan setiap pelanggaran kampanye kini harus menggunakan aplikasi. ‘’Tapi kami menghimbau setiap pengawas yang bertugas untuk intens melaporkan setiap pelanggaran secara tertulis. Sebelum disampaikan melalui aplikasi,’’ tuturnya.

Selain politik uang, Bawaslu sempat menyoroti alat peraga kampanye (APK) yang masih bertebaran di masa tenang. Sebab, penertiban yang telah dilakukan tak bisa menjangkau keseluruhan APK. Ada beberapa peraga yang tak bisa dicopot secara manual. ‘’Kami sudah tembusi DPMPTSP untuk memberitahukan jasa pengiklan terkait untuk mencopotnya,’’ imbuhnya. (fat/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here