Bawaslu Kian Resah Praktik Money Politic

119

MADIUN  – Praktik money politic atau politik uang menjadi ancaman serius pelaksanaan pemilihan umum 17 April mendatang. Sabtu lalu (23/3) badan pengawas pemilu (bawaslu) merilis hasil identifikasi praktik politik uang di Kota Madiun. Hasilnya, dari 159 responden 69 orang di antaranya mengaku pernah mengetahui praktik uang haram tersebut. ’’Itulah yang mengkawatirkan ada yang pernah melihat dan mengalami sebanyak 20 persen,’’ kata Yakobus Wasit Supodo Kordiv Pengawasan, Humas dan Hubal kepada Jawa Pos Radar Madiun.

’’Ini bukan survei tapi lebih ke data identifikasi. Kalau survei instrumen penelitian dan sample lebih detail lagi,’’ imbuhnya.

Data identifikasi tersebut menerangkan, sembako menduduki peringkat teratas sebagai jenis imbalann yang paling banyak diketahui masyarakat. Selanjutnya, uang dan pakaian. Pun, masyarakat menilai pemberi imbalan tersebut adalah tim sukses (timses). ’’Sebanyak 111 responden yang menyebut imbalan itu diberikan oleh timses, paling tinggi grafiknya,’’ bebernya.

Membagikan langsung imbalan ke rumah warga dianggap cara yang banyak ditempuh pelaku praktik haram ini. Selain rumah warga, praktik terselubung juga dilakukan di rumah tim sukses, warung kopi dan balai desa atau kelurahan. Hanya saja, untuk jujukan terakhir ini hanya ada satu responden yang mengaku mengetahui pelaksanaannya di balai desa. ‘’Paling banyak di rumah-rumahnya warga dan itu diberikan langsung secara tunai, lainnya ada yang menjawab di luar tunai, tapi persentasenya kecil,’’ paparnya.

Yang menjadi permasalahan adalah banyak masyarakat yang mengetahui money politic tersebut. Namun, tidak ada yang berani melapor ke bawaslu. Dengan alasan sungkan karena merasa kenal, intimidasi. Juga tidak tahu cara melaporkan. Karena itu ini menjadi pekerjaan berat bawaslu sampai hari H pemilu. ’’Nah ini padahal hasil surveinya, masyarakat tahu lapornya ke bawaslu tapi takut mau melapor,’’ bebernya.

Tindak lanjutnya, pihaknya akan merapatkan barisan dengan seluruh stakeh holder terkait. Termasuk meningkat  pengwasan partisipasif dari tingkat terkeccil. Cara paling efisien adalah melalui kelompok-kelompok masyarakat untuk menyampaikan sosialisasi. ’’Tapi terlepas itu, positifnya 156 masyarakat tahu 17 April pemilu dan 100  persen menyatakan datang ke TPS,’’

‘’Besok (hari ini,Red) kan kami meresmikan petugas pengawas TPS, dari identifikasi ini menjadi gambaran kami dan bekal dalam patroli pengwasan untuk mendeteksi, jika ada laporan dan temuan akan kami kaji, jadi saya menghimbau masyarakat jangan takut untuk lapor,’’ pungkasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here