Bawaslu Gagalkan Serangan Fajar di Jenangan

17

PONOROGO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo mengendus politik uang (money politics) di masa tenang. Begitu mendapat laporan dari warga Jenangan, bawaslu pun gerak cepat mengamankan seseorang bernisial A, Minggu (14/4). Pelaku berusia 30 tahun yang juga dari wilayah setempat itu diduga membagikan uang untuk meraup dukungan.

Dari tangan A, Bawaslu mengamankan uang sebesar Rp 1,3 juta yang sudah dipecah menjadi Rp 50 dan 20 ribuan. Petugas juga menyita daftar nama calon penerima. Investigasi dengan menghadirkan yang bersangkutan dan pelapor dilakukan kemarin (15/4). ‘’Uang itu rencananya bakal dibagikan ke daftar nama calon penerima,’’ sebut Koordinator Divisi (Kordiv) Penindakan Bawaslu Ponorogo Marji Nurcahyo.

Rencananya, masing-masing pemilih diberi uang Rp 70 ribu. Selanjutnya, penerima disarankan memilih calon tertentu saat pencoblosan Rabu mendatang (17/4). Marji pun menyebut praktik itu suruhan dari salah satu calon legislatif (caleg) daerah pemilihan (dapil) 2 yang akan maju ke DPRD kabupaten. Kendati demikian, Bawaslu belum bisa memberikan kesimpulan. Termasuk sanksi yang akan dikenakan kepada yang bersangkutan. ‘’Masih pemeriksaan lanjutan,’’ ungkapnya.

Jika terbukti money politic, yang bersangkutan terancam Pasal 523 ayat 2. Di mana, setiap peserta atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih secara langsung atau pun tidak langsung. Sebagaimana dimaksud Pasal 278 ayat 2 dengan ancaman pidana 4 tahun atau denda Rp 48 juta. ‘’Jika terbukti, sanksinya jelas. Pidana,’’ tegasnya.

Atas temuan itu, Marji mengimbau seluruh warga agar tidak segan melapor ketika melihat atau menjumpai indikasi politik uang. Dia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama memerangi politik uang. Demi mewujudkan pemilu yang damai, bersih, adil, dan aman. ‘’Temuan ini bisa menjadi bukti bahwa kita semua berperan penting untuk membasmi politik uang,’’ tegasnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here