MadiunPolitik

Bawaslu Cium Indikasi Praktik Kecurangan di TPS, Mana Saja?

MADIUN – Indikasi praktik kecurangan di tempat pemungutan suara (TPS) dicium Bawaslu Kota Madiun. Total ada 25 TPS yang masuk kategori rawan kecurangan. Lokasinya sengaja dirahasiakan. ’’Kami sudah mengajukan 6 TPS ke pusat agar diganti lokasinya, dan disetujui,’’ ujar Ketua Bawaslu Kota Madiun Kokok HP.

Kata dia, kerawanan itu lantaran TPS berada dekat dengan posko tim kampanye dan rumah calon legislatif. Kokok  HP menegaskan, hasil pemetaan kerawanan TPS di Kota Madiun berada di kategori sedang. Ada 15 indikator yang menjadi indikator TPS rawan. Di antaranya, lokasi TPS berada dekat dengan tim kampanye pelaksana pemilu. Juga kurang layak untuk disabilitas. ’’Apakah di TPS tersebut layak untuk disabilitas dan dari segi keamanan apakah  pemilu-pemilu sebelumnya disitu ada gangguan keamanan atau tidak,’’jelasnya.

Ya, untuk menelisik tingkat kerawanan bawaslu meninjau TPS  yang sebelumnya juga dipakai untuk pilkada. Tim bawaslu justru merasa kesulitan memetakan TPS baru yang belum pernah dijadikan lokasi TPS. ’’Tapi itu (TPS) jumlahnya tidak sampai 50 kok,’’ ungkap Kokok.

Bukan hanya itu, bawaslu juga memperketat pengawasan untuk 89 TPS yang terdapat peserta dari daftar pemilih tambahan (DPTb). ’’Yang jadi titik berat kami adalah adanya TPS yang disitu ada kemungkinan DPTb. Karena DPTb itu, kalau kalau KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) tidak cermat,’’ ujarnya.

’’Asal orang dikasih lima kartu suara,  wah bahaya nanti sehingga DPTb itu sesuai dengan tingkatannya, dan tidak mendapatkan kartu penuh. Yang jelas DPTb tidak dapat 5 kartu suara, bisa 4, bisa 3, bisa 2, bahkan hanya satu, kalau itu luar provinsi hanya di luar,’’  jelasnya. (dil/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close