Bawaslu Banyak Dalih Tertibkan APK Bando

30

PACITAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pacitan tidak bisa berbuat banyak dengan alat peraga kampanye (APK) Pemilu 2019 yang terpasang di papan reklame bando di Jalan Ahmad Yani. Dalihnya, tidak termasuk APK. Sebab, tidak ada unsur pencitraan dalam tampilannya. ‘’Citra diri menurut peraturan memuat logo dan nomor urut partai,’’ kata Koodinator Divisi Sengketa Bawaslu Pacitan Syamsul Arifin kemarin (1/4).

Anehnya, APK bando di Jalan Jenderal Sudirman yang jelas-jelas menyantumkan nama caleg, logo dan nomor urut partai lengkap dengan ajakan nyoblos pun juga dianggap tidak melanggar. Alasannya, lokasinya bukan terlarang untuk pemasangan APK. Sesuai Surat Keputusan (SK) KPU 3/2019 tentang Perubahan SK KPU 45/2018, dia menyebut lokasi yang dilarang adalah sepanjang jalan keliling alun-alun Pacitan.

Yakni Jalan Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Veteran, Letjen Agung Suprapto dan Ahmad Yani. Syamsul pun mengklaim pihaknya selalu melakukan pengawasan terhadap pemasangan APK. ‘’Kalau ada APK di tempat terlarang kami rekomendasikan ke Satpol PP untuk dilakukan penertiban,’’ jelasnya.

Sedangkan caleg yang memasang APK di papan reklame bando yang melanggar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) 20/2010, menurut dia, bukan ranah bawaslu. Jika ada temuan, bakal dilimpahkan ke pemkab. Sementara pemasangan APK dalam aturan yang abu-abu, pihaknya memilih melarang sebagai upaya pencegahan. Salah satunya yang melintang di jalan. ‘’Sesuai perda spanduk yang melintang di jalan tidak boleh,’’ imbuhnya.

Dia menambahkan proses penertiban APK oleh bawaslu tidak dilakukan dadakan. Sesuai instruksi Bawaslu Jatim dilakukan serentak setiap dua pekan sekali. Hingga saat ini, Bawaslu Pacitan sudah lima kali melakukan penertiban. ‘’APK yang masuk rekomendasi, ditertibkan secara periodik,’’ tambahnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here