Bawang Merah Anjlok, Inflasi Turun Signifikan

129

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Anjloknya harga bawang merah pada Agustus lalu menekan angka inflasi nasional Kota Madiun. Catatan Badan Pusat Statistika (BPS) setempat, inflasi bulan itu sebesar 0,04 persen. Turun signifikan dibanding inflasi Juli yang mencapai 0,17 persen.

Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifudin mengatakan, harga bawang merah pada Agustus lalu turun sebesar 14,32 persen. Kondisi itu turut andil menekan inflasi 0,06 persen. ‘’Sembilan komoditas lain juga ikut menekan inflasi, tapi yang paling berpengaruh bawang merah,’’ ujar Umar Rabu (4/9).

Komoditas lain yang ikut andil menekan inflasi, lanjut dia, adalah bawang putih sebesar 0,003 persen. Juga kelapa, pir, dan tomat sayur masing-masing 0,02 persen. Sementara, pepaya, kacang panjang, beras, minyak goreng, dan terong masing-masing sebesar 00,1 persen.

Di sisi lain, kata Umar, harga beberapa komoditas dan komponen lain mengalami kenaikan hingga mengerek inflasi. Yakni, cabai rawit, cabai merah, obat, soto, semangka, dan perhiasan emas. Juga upah tukang bukan mandor dan biaya sekolah.

Umar mengungkapkan, penurunan inflasi tersebut di luar prediksi. Sebelumnya diperkirakan bakal terjadi kenaikan inflasi, mengingat bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. ‘’Ini (penurunan inflasi, Red) menunjukkan bahwa peran TPID (tim pengendali inflasi daerah) dan stakeholder terkait sudah bagus,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, inflasi Kota Madiun pada Agustus lalu jauh di bawah angka Jawa Timur maupun nasional yang mencapai 0,12 persen. ‘’Dari tujuh kota penghitung inflasi nasional di Jatim, enam daerah mengalami inflasi,’’ sebutnya. (kid/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here