EkonomiMadiun

Bawan Merah-Bawang Putih Picu Inflasi

MADIUN – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun wajib waspada. Sebab, badan pusat statistik (BPS) setempat mencatat Maret 2019 lalu Kota Karismatik mengalami inlasi 0,14 persen. Itu dampak dari naiknya indeks harga konsumen (IHK) lima kelompok komoditas. ‘’Bulan ini ada kegiatan besar pemilu dan persiapan Ramadan. Jadi inflasi harus dikendalikan,’’ kata Umar Sjaifudin Kepala BPS Kota Madiun kemarin (5/4).

Umar menyebut bahan makanan penyumbang terbesar inflasi Maret lalu. Utamanya naiknya harga bawang merah dan bawang putih. Karena itu, April ini TPID perlu mengambil tindakan untuk menekan harga bumbu dapur tersebut. ‘’Juga mejaga stok bahan makanan dan bumbu tersedia. Sehingga, masyarakat bisa mudah membeli dan mengonsumsinya,’’ ujarnya.

Termasuk beras. Sebab, Maret lalu musim panen. Sehingga, ketersediaan beras melimpah. Beras bisa menekan inflasi Maret. Menurut dia, TPID perlu memastikan stok beras tersedia. Yang perlu diwaspadai dua bulan ke depan, Mei-Juni. ‘’Kemungkinan bulan-bulan berikutnya beras bisa memicu inflasi. Kenaikan harga sedikit saja ikut andil dalam inflasi,’’ jelasnya.

Kewenangan BPS hanya menghitung IHK yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan TPID Kota Madiun. Inflasi Kota Karismatik perlu dijgaa jangan sampai menyentuh satu persen. ‘’Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, selama hampir tiga tahun inflasi selalu tinggi,’’ jelasnya.

‘’Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM juga memicu inflasi. Kenaikan transportasi saat Idul Fitri bakal memicu inflasi bulan-bulan berikutnya (Mei-Juni),’’ bebernya. (dil/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close