Magetan

Bau Busuk Sungai Pacalan: Peternak Ayam Berulah, Kang Woto Panggil dan Tegur Pengusaha

MAGETAN – Bau busuk bangkai ayam di Sungai Pacalan, Plaosan, menusuk hidung Bupati Magetan Suprawoto. Kamis (4/7) orang nomor satu di kabupaten ini mengumpulkan seluruh peternak ayam di Ruang Ki Mageti Setdakab. Teguran keras dilontarkan lantaran imbas dari ulah peternak ayam itu tidak hanya polusi udara, tapi juga kerusakan lingkungan. ‘’Usaha boleh, tapi harus menaati peraturan,’’ kesal Kang Woto, sapaan akrab Suprawoto.

Kang Woto meminta para peternak ayam mawas diri. Jangan sekadar memburu keuntungan namun abai lingkungan. Baginya, usaha sangat maju bakal sia-sia tatkala merugikan sekitar. ‘’Rezekinya tidak berkah,’’ ucap mantan sekretaris jenderal (sekjen) Kemenkominfo tersebut.

Terkuaknya praktik membuang bangkai ayam yang menjadi trending topic dalam beberapa pekan ini menambah pekerjaan rumah (PR) pemkab terhadap urusan lingkungan hidup. Mengingat problem menahun pencemaran limbah dari lingkungan industri kulit (LIK) tak juga kelar.

Surat Instruksi Bupati 1/2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa dan Kelurahan seolah hanya pepesan kosong di mata pengusaha mokong. Sebab, peraturan tersebut tidak mengatur sanksi bagi pelanggar. ‘’Wajib ini wajib itu, dilarang ini dilarang itu. Kalau tidak ada sanksi ya podo wae (sama saja, Red),’’ tekan Kang Woto.

Dia mengatakan, pasal demi pasal Perda 6/2013 tentang Pengelolaan Sampah bakal diteliti ulang. Revisi bakal dilakukan bila ada ketentuan yang belum terakomodasi seperti sanksi. ‘’Sampah itu jadi masalah, jadi jangan membuat masalah,’’ katanya. (bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close