Batu Sebesar Truk Runtuh Tutup Jalan

70

PACITAN – Sejumlah objek wisata di wilayah barat Kabupaten Pacitan sempat diklaim aman dan tak terdampak bencana alam. Nyatanya, jalur penghubung Pantai Watukarung dan Klayar, dua objek wisata pantai andalan Pacitan, tertutup longsor. Batu sebesar lebih dari truk runtuh dari tebing. Tepatnya di Dusun Maron, Dersono, Pringkuku, Pacitan, Rabu malam (20/3). ‘’Kurang tahu kejadiannya, tapi pagi hari sudah longsor,’’ kata Haryono, salah seorang warga setempat, kemarin (21/3).

Haryono mengungkapkan, empat batu besar berdiameter lebih dari tiga meter jatuh dari tebing setinggi 10 meter di jalur pariwisata tersebut. Imbasnya, separo lebih badan jalan tak dapat dilewati. Pengendara roda dua maupun empat harus menggunakan bahu jalan yang tersisa jika nekat melintas.  Pun harus ekstrahati-hati lantaran berbatasan langsung dengan tepi jurang. ‘’Ini termasuk jalur penting, karena digunakan para wisatawan ke Pantai Klayar dan Sungai Maron, juga Pantai Watukarung,’’ paparnya.

Meski bukan jalur satu-satunya, lanjut Haryono, akses tersebut vital bagi sektor pariwisata di Pacitan. Pasalnya, dari arah Pantai Watukarung bisa menuju wisata susur Sungai Cokel atau Gua Gong. Pantai Klayar juga lebih mudah menggunakan jalur tersebut. Pun jalannya mulus lantaran baru selesai dibangun setengah tahun lalu. Sehingga, banyak yang melintasinya. ‘’Kalau mau memutar harus kembali ke Kecamatan Pringkuku dulu, lalu ke Kecamatan Punung dan Donorojo. Mungkin tiga kali lipat jauhnya,’’ terang Haryono.

Darminto, petugas lapangan dinas PUPR Pacitan, menyebut butuh sepekan untuk membersihkan material longsoran tersebut. Besarnya batu jadi alasan lamanya proses pembersihan. Berbeda dengan material tanah umumnya. Sebab, petugas harus memecah batu menjadi ukuran kecil sebelum diangkut untuk dibuang. ‘’Kalau diangkut langsung, jelas tidak kuat karena batunya besar,’’ katanya ditemui di lokasi.

Proses pembersihan yang baru dimulai kemarin (21/3) juga dilakukan hati-hati. Pasalnya, di atas tebing tampak beberapa material batu rawan runtuh. Tanahnya gembur sehingga mudah terjadi longsor susulan. Sementara, satu unit alat berat yang digunakan mesti bekerja di area jalur menurun. ‘’Kami kerahkan satu unit breaker untuk menghancurkan batu sebelum diangkut,’’ jelasnya.

Pantauan di lokasi, besarnya bongkahan batu membuat hampir seluruh badan jalan tertutup. Pun pengendara yang melintas ekstrahati-hati. Pasalnya, lokasi gunturan tepat berada di jalur turunan dan menikung. Juga pandangan tertutup material dari kedua arah. (gen/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here