Madiun

Batik Tulis Perlahan Ditinggalkan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Eksistensi perajin batik tulis di Kabupaten Madiun terancam kecanggihan teknologi. Demi keuntungan bisnis, banyak perajin yang beralih ke batik cetak. ‘’Sangat disayangkan karena batik tulis itu warisan budaya Indonesia,’’ kata Rini Susanti, perajin batik tulis asal Desa Sendangrejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Kamis (1/10).

Menurut Rini, batik cetak banyak peminat karena biaya produksi yang murah. Sementara, proses membuat batik tulis lebih rumit dengan harga operasional lebih mahal. ‘’Banyak yang meninggalkan batik tulis. Tapi, saya coba terus berkomitmen melestarikan batik tulis,’’ paparnya seraya menyebut salah satunya upayanya menggelar pelatihan membatik untuk anak paket C.

Rini mulai menekuni industri batik enam tahun lalu. Motif yang dibuat kawung, parang, gabah sinawur, serat jati, daun porang, dan sekar jagat. Masa tersulit saat pandemi Covid-19. ‘’Ada penurunan pesanan,’’ ungkapnya.

Di momen Hari Batik Nasional hari ini, Rini berharap masyarakat bangga mengenakan batik tulis. ‘’Karena batik adalah identitas negara dan wajib dilestarikan,’’ pungkasnya. (mg4/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close