Madiun

Batik Bolak Balik Sewulan Menolak Punah

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemerintah Desa (Pemdes) Sewulan, Dagangan, Kabupaten Madiun, dilematis mempertahankan kejayaan Batik Bolak Balik. Niatan melestarikan guratan lilin dan pewarnaan di dua sisi kain itu dihadapkan kekhawatiran kalah persaingan bisnis. ‘’Dulu batik bolak-balik untuk jarit. Kalau saat ini eranya batik satu sisi karena arahnya fashion dan ekonomis,’’ kata Kepala Desa Sewulan Sukarno Minggu (4/10).

Sukarno menerangkan, industri batik di wilayahnya menyesuaikan pangsa pasar. Perajin memilih memproduksi batik yang cepat laku. Bila kukuh mempertahankan batik bolak-balik, warganya bakal kalah bersaing dengan daerah lain. ‘’Tujuan kami tetap mempertahankan batik tulis, tapi tidak meninggalkan ekonomi masyarakat,’’ terangnya.

Batik bolak-balik Sewulan ramai periode 1960-an. Seingat Sukarno ada 10 perajin di empat dusun yang menggelutinya. Yakni, Krajan, Bulusari, Gender, dan Kayen. Meski tidak sampai menjadi saudagar, banyak pesanan datang dari warga Kabupaten Madiun. Eksistensi membatik wolak-walik perlahan menghilang 1990-an. Satu-satunya perajin tersisa adalah Marhamah. Sebelum akhirnya nenek 71 tahun itu memutuskan memasukkan peralatan membatiknya ke lemari pada 2005 silam. ‘’Tahun 90-an itu permintaan mulai berkurang,’’ ujarnya.

Sukarno mafhum batik bolak-balik tidak lagi dilirik. Sebab, proses pengerjaannya memang rumit. Mulai membuat pola, pencantingan, pewarnaan, hingga pengeringan. Apalagi, harganya juga mahal sebagai ganti jasa pengerjaan yang menguras energi dan waktu. ‘’Waktu pengerjaannya dua kali lebih lama dari batik tulis yang hanya satu sisi,’’ terang kades.

Terlepas itu, Sukarno memendam keinginan mempertahankan Batik Bolak Balik. Menolak punah, meski diakuinya sulit bisa kembali berjaya. Lima perajin aktif di BUMDes Mesem Guyu bakal mengasuhnya. Produksi sampingan ketika tidak banyak pesanan batik tulis satu sisi. ‘’Produksinya tidak banyak. Sehingga, kalau ada yang minat, siap dijual,’’ tandasnya. (mg4/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close