Bapak, Ibu, dan Anak Sulung Tertimbun Reruntuhan

119

PONOROGO – Rumah Suripto di Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, roboh dengan sendirinya. Nahas sekitar pukul 02.30 dini hari (20/12) itu terjadi saat Suripto bersama Nurjanah, istrinya, dan Muhammad Harun Efendi, anak sulungnya, terlelap di kamar. ‘’Tidak mengira,’’ kata Nurjanah.

Ketiganya pun tidak sempat menyelamatkan diri. Satu keluarga sempat tertimbun puing-puing bangunan rumah seukuran 5×10 meter tersebut. Beruntung warga setempat yang mendengar kerasnya bunyi reruntuhan bergegas mengevakuasi. ‘’Tidak bisa gerak tapi masih sadar,’’ ujarnya.

Warga sempat kesulitan mencari keberadaan penghuni rumah. Sebab, nyaris seluruh bagian rumah roboh. Mulai dinding hingga bagian atap. Ketiganya yang masih sadar pun lekas berteriak minta tolong. ‘’Sebisanya teriak. Saya tertimpa lemari pakaian,’’ ungkapnya.

Sementara Suripto tertimpa kayu atap. Pasangan suami istri (pasutri) itu ditemukan warga kali pertama. Setelah ditemukan, keduanya yang dalam keadaan lemas tak berdaya dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Nurjanah mengalami luka di bagian perut dan leher. Sedangkan Suripto saat ditemui wartawan koran ini masih kesulitan bicara dan berjalan. ‘’Alhamdulillah, masih selamat,’’ ucapnya.

Efendi yang paling akhir ditemukan rupanya tertimpa belandar. Dia luka berat di bagian kepala. Saat ditemukan, dia bersimbah darah tak berdaya tergeletak di bawah tumpukan puing. ‘’Untung anak saya masih bisa teriak. Warga membuka tumpukan robohan rumah,’’ sambungnya.

Petugas gabungan dari polsek, koramil, dinsos dibantu warga setempat bergotong royong membersihkan reruntuhan pagi harinya. Setelah mendapat perawatan, ketiganya diungsikan di rumah kerabat. ‘’Ini masih numpang di rumah saudara,’’ terangnya sembari ditenteng petugas polsek setempat diantarkan ke rumah sakit.

Sementara itu, anak bungsu Suripto hanya bisa menangis menyaksikan tragedi yang menimpa keluarganya. Waktu kejadian, dia sedang menginap di rumah neneknya. Saat mendapat kabar rumahnya roboh, dia bergegas pulang.

Dinding rumah sebenarnya sudah lama doyong. Pun, di beberapa bagian mengalami retakan. Sebenarnya sudah lapor ke pihak desa agar secepatnya ditangani. Rumah Suripto direnovasi sepuluh tahun terakhir. Dari semula berdinding anyaman bambu direnovasi menjadi rumah permanen. Renovasi itu berasal dari bantuan sosial dan dana dari swadaya masyarakat setempat. ‘’Warga berinisiatif membantu saat renovasi dulu,’’ ucap Suratman Rosyid, kaur pemerintahan desa setempat. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here