Ngawi

Banyak Temuan Belum Dipamerkan, Museum Trinil Butuh Tambahan Gedung Displai

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Keterbatasan ruang membuat displai Museum Trinil tak maksimal. Dari 3.000-an lebih fosil, baru 10 persen yang bisa dipamerkan.

Banyak tengkorak, rangka hewan, dan batu yang ditemukan dari Bengawan Solo di Pilang, Kawu, Kedunggalar, perlu ditunjukkan untuk menambah wawasan kesejarahan purba. ‘’Sebagian besar masih kita simpan di laboratorium,’’ kata Juru Pelihara Museum Trinil Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Agus Hadi Widiarto.

Museum Trinil, sebut Agus, hanya memiliki dua gedung yang digunakan displai temuan benda purbakala. Sempat dilakukan pembenahan dan penataan ulang. Sehingga artefak yang dipamerkan lebih banyak dari sebelumnya. ‘’Setelah kita tata ulang, displainya jauh lebih menarik,’’ terangnya.

Bangunan baru dan penambahan fasilitas dapat dipakai untuk memamerkan fosil di Trinil. Mengingat, hampir setiap tahun ada tambahan puluhan hingga ratusan temuan baru dari Bengawan Solo. ‘’Setelah yang dipamerkan ditambah, jumlah pengunjung ikut bertambah. Terlebih di akhir pekan,’’ ujarnya.

Agus berharap penambahan gedung segera direalisasi. Selain menjawab tingginya animo pengunjung, Museum Trinil telah terkenal hingga mancanegara. Selain mendunia, kerap dijadikan wisata edukasi bagi pelajar. ‘’Kalau tidak pernah ke sini, tidak akan tahu kalau di Ngawi ada museum yang sudah mendunia,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close