Banyak Pengelola Wisata Belum Jalankan SOP

54

MAGETAN – Badan jalan di kawasan jalur pendakian Cemoro Sewu kian sempit. Ini dipicu adanya kendaraan parkir. Alhasil, kendaraan lain yang melintasi jalur provinsi itu harus melaju pelan. Bukan hanya di kawasan itu, di sejumlah objek wisata yang ada di lereng Lawu juga sama. Banyak kendaraan parkir di bahu jalan lantaran area parkir yang tersedia overload. ’’Masih banyak pengelola wisata belum jalankan SOP (standard operational procedure, Red),’’ kata Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifai.

SOP itu, kata dia, menyangkut ketersediaan lahan parkir bagi pengunjung. Sehingga mampu menekan adanya kendaraan parkir di bahu jalan. Kondisi ini tentu berbahaya. Sebab, posisinya berada di tanjakan. Belum lagi, muncul titik kemacetan baru. ’’Parkir liar ini menyebabkan kemacetan panjang, sangat berisiko kecelakaan lalu lintas,’’ ujarnya.

Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan KPH Lawu Ds Marwoto

mengatakan pihaknya akan semakin ketat. Perhutani tidak akan memberi izin lagi terkait penambahan lahan untuk area parkir. Sebab, pembebasan lahan sudah semakin meluas. Ini bisa mengakibatkan ekosistem hutan lindung semakin punah. ’’Fungsi hutan yang menjadi cagar alam dan penghasil oksigen untuk kebutuhan manusia pastinya akan berkurang,’’ ungkapnya.

Untuk itu, ke depan pihaknya akan memberikan sanksi peringatan kepada semua pengelola objek wisata di lereng Lawu yang mengabaikan SOP. Salah satunya di kawasan Mojosemi Park. Banyak kendaraan yang menggunakan bahu jalan untuk parkir mobil dan bus. Akibatnya, di kawasan itu kerap ditemui kemacetan. ’’Bahaya, jalurnya menanjak,’’ pungkasnya. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here