Banyak Pemotor Tersungkur di Proyek Jalan Kembar

97
BIKIN CELAKA: Papan penanda proyek jalan kembar Maospati–Sukomoro ini banyak ditabrak pengguna jalan saat malam.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Proyek twin road ruas Maospati–Sukomoro masuk Kelurahan Tinap, Sukomoro, jadi pergunjingan. Warga sekitar dan pengguna jalan mengeluhkan minimnya papan penanda dan penerangan saat malam. Tidak sedikit yang celaka kala melintasi ruas jalan kembar tersebut. ‘’Sejak proyek dimulai banyak kecelakaan,’’ kata Sumarji, warga setempat, Kamis (19/9).

Pantauan Radar Magetan, jumlah papan penanda untuk pengguna jalan dari arah barat hanya ada dua. Masing-masing berwarna kuning bertuliskan Hati-Hati Ada Pekerjaan Median dan papan belok arah. Sedangkan di sebelah timur bersebelahan Desa Sugihwaras, Maospati, terdapat galian. Sayangnya, penanda bagi pengendara bermotor hanya patok kayu. Jika tidak waspada bisa terjerembap ke dalam lubang tersebut.

Sumarji yang tinggal tepat di tepi jalan itu menyebut bahwa angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) lima hingga enam kali dalam sehari. Terutama ketika malam. Baik melibatkan pemotor maupun kendaraan roda empat. Paling sering menabrak papan penanda yang memisahkan dua jalur di depan Pasar Tinap. ‘’Pengguna jalan terbiasa menggunakan dua jalur. Mereka tidak tahu kalau harus belok kanan karena tulisannya tidak terlalu jelas saat malam,’’ paparnya.

Ahmadi, pelaksana lapangan PT Surya Kencana Madiun, mengakui sering menerima keluhan kecelakaan. Pihaknya berupaya meminimalkan kejadian itu dengan menambah peranti keamanan. Yakni, satu papan di sebelah barat karena lokasi itu paling sering dikeluhkan. Sedangkan untuk penerangan sekadar menggunakan lampu sirine di sebelah timur. ‘’Belum bisa menyeluruh,’’ katanya. (fat/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here