Banyak Orang Dewasa Terserang DBD

54

PACITAN – Demam berdarah dengue (DBD) tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga dewasa. Data pasien RSUD dr Darsono Pacitan Januari silam buktinya. Dari 75 pasien rumah sakit lantaran gigitan nyamuk Aedes aegypti, sepertiga di antaranya usia produktif alias dewasa. ‘’Mungkin karena mobilitasnya tinggi,’’ kata Suyatmi, kasi informasi dan pengaduan RSUD dr Darsono Pacitan, belum lama ini.

Suyatmi menyebut, dari 75 kasus pada Januari, 25 di antaranya berusia 25 hingga 44 tahun. Disusul usia 15 hingga 24 tahun dan kelompok umur 45 hingga 64 tahun dengan rata-rata belasan pasien. Sedangkan usia 5 hingga 14 tahun atau kategori anak-anak tercatat 12 pasien di rumah sakit daerah itu. ‘’Memang berbeda dari yang dipelajari dulu, bahwa DBD banyak diderita anak-anak,’’ ujarnya.

Faktor lingkungan serta perilaku hidup sehat disebut jadi penyebab tingginya kasus DBD. Selain itu, orang dewasa kerap bersentuhan dengan sarang nyamuk. Entah saat bekerja atau bersih-bersih. Pun enggan menggunakan losion antinyamuk saat bepergian. ‘’Saat merawat anak pun diberi kelambu saat tidur, sementara yang dewasa abai dan mungkin menganggap enteng,’’ tuturnya.

Meski berbahaya, dia memastikan tak ada penderita yang meninggal dunia akibat gigitan nyamuk tersebut. Dia mencatat, dari 75 pasien yang masuk RSUD, diketahui 36 pasien dari Kecamatan Pacitan (kota). Sementara dari kecamatan lain minim. ‘’Akhir-akhir ini jumlah pasien DBD menurun,’’ sebutnya.

Namun, beberapa waktu lalu sehari rata-rata melayani enam pasien DBD rujukan. Pun dari 188 kamar sempat penuh dihuni pasien berbagai penyakit. Sehingga pihaknya terpaksa menggunakan ruang cadangan untuk menampung pasien yang membeludak. ‘’Saat ini aman, tidak ada penumpukan pasien dan beberapa kamar juga kosong,’’ jelasnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here