Banyak Lulusan SMP Memilih Kerja

103

PACITAN – Peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat di Pacitan masih cukup banyak. Itu bisa dilihat dari tingginya para pekerja di Pacitan yang rata-rata hanya lulusan sekolah menengah pertama (SMP) atau sederajat. ‘’Bekerja hak mereka. Di atas usia 15 tahun, terbuka ruang belajar kembali atau langsung kerja,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Pacitan Daryono kemarin (12/3).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa industri untuk tak menerima anak usia sekolah. Namun, tak sedikit perusahaan yang diam-diam menerima pelamar lulusan SMP. Tingginya loyalitas dan tenaga dituding jadi alasan rekrutmen tersebut. Meski secara data, pihaknya kesulitan mengungkap angkanya. ‘’Sebenarnya kami juga punya data. Setelah sekolah dasar, mereka melanjutkan ke mana,’’ ujarnya.

Biasanya, lanjut Daryono, tak hanya di Pacitan. Tak jarang para remaja bekerja hingga ke luar jawa. Faktor ekonomi jadi pemicu mereka enggan meneruskan ke jenjang SMA atau sederajat. Meski, secara kasuistis pihaknya telah mendorong anak untuk sekolah dengan menawarkan program bantuan. ‘’Termasuk biaya, seragam, hingga peralatan sekolah, kami akan bantu jika murni dari keluarga tak mampu secara ekonomi,’’ jelasnya.

Penyesalan bakal hinggap beberapa tahun setelah memutuskan tak melanjutkan SMA. Itu terlihat dari animo masyarakat yang mengambil kejar paket B dan C setiap tahun. Ijazah tersebut biasanya untuk syarat mendapat pekerjaan yang lebih baik atau kenaikan jabatan. ‘’Kalau untuk anak tak mau sekolah sangat minim. Kalau ada, karena malas,’’ ungkap Daryono.

Daryono juga tak menampik ada pelajar putri yang hamil sebelum menikah di Pacitan. Biasanya, karena salah pergaulan, lingkungan, dan mudahnya akses informasi. Namun, dia memastikan remaja tersebut tetap berhak mendapat ilmu. Pun masih dapat melanjutkan sekolah. Meski beban mental dan sosial dari lingkungan terkadang membuat siswi enggan melanjutkan sekolah. ‘’Kadang melahirkan dulu, atau pindah ke sekolah lain. Tapi, yang jelas secara aturan tak boleh ditolak bersekolah,’’ tandasnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here