Banjir Surut, tapi Tetap Waspada

80

NGAWI – Kondisi sejumlah wilayah Ngawi pascabencana banjir hebat Rabu lalu (6/3) kini berangsur pulih. Pun, warga terdampak mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Sejak Sabtu pagi (9/3), ribuan pengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing.

Pantauan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat, banjir di semua wilayah terdampak telah surut. Meski masih ada beberapa titik genangan, bukan di area permukiman warga, melainkan persawahan. ‘’Debit air Bengawan Madiun maupun Bengawan Solo juga sudah kembali normal,’’ kata Plt Kepala BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono kemarin (10/3).

Meski begitu, kata dia, penanganan pascabencana masih terus dilakukan. Terutama upaya pembersihan lumpur yang terbawa banjir di permukiman maupun fasilitas umum. ‘’Fokusnya sekarang normalisasi pascabencana,’’ tegasnya.

Selain bersih-bersih material sisa banjir, suplai logistik juga terus berjalan. Baik makanan siap konsumsi maupun berupa sembako. Hal itu dilakukan mengingat sebagian warga belum bisa memasak sendiri lantaran dapur rumah mereka belum bisa digunakan akibat terendam banjir. ‘’Masih kami kirim terus, termasuk air bersih,’’ tuturnya.

Heru belum bisa memastikan sampai kapan penanganan pascabencana itu terus dilakukan. Bahkan, dia menyebut proses pemulihan justru memakan waktu lebih panjang daripada penanganan ketika bencana terjadi. ‘’Data terbaru BPBD, wilayah terdampak bencana banjir bertambah satu yakni Desa Kersoharjo, Geneng. Jadi, totalnya ada 26 desa yang terdampak,’’ katanya.

Dia memastikan bencana banjir kali ini nihil korban jiwa. Sedangkan kerugian materiil, sampai saat ini masih dalam proses pengitungan bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BPBD. ‘’Maksimal hari Rabu (13/3) nanti kami pastikan sudah ada datanya,’’ janjinya sembari menyebut data itu akan dilaporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui BPBD Jawa Timur.

Data sementara, lanjut dia, tidak ada kerusakan signifikan yang disebabkan bencana banjir kali ini. Hanya ada satu rumah warga yang roboh. Sedangkan kerusakan infrastruktur maupun fasilitas umum nihil. ‘’Yang paling parah mungkin pertanian, tapi kami belum mendapatkan data pastinya,’’ tutur Heru.

Di sisi lain Heru menyebut potensi banjir susulan tetap ada. Setidaknya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) memperkirakan selama sebulan ke depan masih akan turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah Ngawi dan sekitarnya. ‘’Tidak ada salahnya untuk selalu waspada,’’ tuturnya.

Pantauan Radar Ngawi, sejumlah warga terdampak banjir hingga kemarin masih disibukkan dengan pembersihan lumpur. Baik yang memenuhi rumah maupun fasilitas umum seperti sekolah dan masjid. Pun, nyaris di semua pekarangan rumah dipenuhi jemuran. Mulai pakaian, kasur, perabotan rumah tangga, hingga buku pelajaran. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here