Banjir Surut, Kutu Air Menyerang

82

NGAWI – Banjir telah surut. Namun, bukan berarti masalah selesai. Sejumlah warga 10 desa terdampak di Kecamatan Kwadungan mulai terserang beberapa jenis penyakit. ‘’Jumlah pasien, baik yang menginap maupun rawat jalan, jelas meningkat. Penyakit yang menonjol antara lain rangen akibat kutu air dan penyakit akibat psikis,’’ kata Kepala Puskesmas Kwadungan Rikha Wandansari kemarin (14/3).

Kecamatan Kwadungan merupakan kawasan terparah diterjang banjir pekan lalu. Setidaknya, 10 dari 14 desa di kecamatan tersebut terdampak. ‘’Sudah seperti langganan banjir di sini ini (Kecamatan Kwadungan, Red). Tapi, sekarang jumlah pasien sudah berkurang,’’ ujarnya.

Menurut dia, kutu air yang terbawa banjir dan mengendap beberapa hari membuat sela-sela kaki sejumlah warga terjangkit rangen dengan berbagai tingkat keparahan. Beruntung, lantaran sudah ibarat langganan, puskesmas sudah mengantisipasi dengan menyiapkan obat-obatan. ‘’Tiga pustu (puskesmas pembatu, Red) dan 10 polindes ekstrasibuk setelah banjir,’’ ungkapnya.

Rikha menyebut, selain rangen, mag dan pusing-pusing akibat hipertensi menjadi jenis penyakit yang terbanyak dikeluhkan pasien. Fenomena itu, kata dia, tidak terlepas dari kondisi psikologis korban pascabanjir.

Desa Jenangan disebut Rikha sebagai titik terbanyak jumlah pasien dari tiga jenis penyakit itu. ‘’Kalau data riil berapa pasien belum terkumpul. Yang jelas, jumlah pasien meningkat. Itu dilihat dari permintaan obat dari pustu dan polindes. Belum ada sebulan sudah minta lagi karena banjir. Biasanya sebulan sekali permintaan obat,’’ pungkasnya. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here